Perang Armenia dan Azerbaijan
Perang Pecah, Armenia dan Azerbaijan Kembali Bentrok, Turki Siap Dukung Azerbaijan, Bakal Merembet?
Armenia dan Azerbaijan Perang, Turki Siap Dukung Azerbaijan, Dunia Minta Dihentikan Segera
"Kami berada di ambang perang skala penuh di Kaukasus Selatan," kata Pashinyan memperingatkan.
Prancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa dengan cepat mendesak gencatan senjata segera, sementara Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan sangat prihatin dan meminta pihak-pihak tersebut untuk berhenti bertempur dan kembali ke pembicaraan.

Relawan dan veteran tentara bersiap menuju medan perang di Nagorny Karabakh dengan berkumpul di Yerevan, Ibu Kota Aerbaijan, Minggu (27/9/2020). (AFP/Karen MINASYAN)
• China Punya 380 Kamp Tahanan, Muslim Uighur Ditahan hingga Sikap Xi Jinping Soal Laut China Selatan
Departemen Luar Negeri AS mengatakan telah menghubungi kedua negara dan mendesak mereka untuk menggunakan hubungan komunikasi langsung untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Presiden Rusia Vladimir Putin membahas gejolak militer dengan Pashinyan dan menyerukan diakhirinya permusuhan.
Tetapi sekutu Azerbaijan, Turki, menyalahkan Yerevan atas gejolak tersebut dan menjanjikan Baku dukungan penuhnya.
"Rakyat Turki akan mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara kami seperti biasa," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter.
Presiden Karabakh Harutyunyan mengatakan Turki menyediakan tentara bayaran dan pesawat tempur untuk pertempuran itu, dengan mengatakan perang telah melampaui batas konflik Karabakh-Azerbaijan.
Azerbaijan menuduh pasukan Armenia melanggar gencatan senjata, dengan mengatakan telah melancarkan serangan balasan untuk menjamin keselamatan penduduk, menggunakan tank, rudal artileri, jet tempur, dan pesawat tak berawak.
Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara itu Minggu (27/9/2020) pagi, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bersumpah akan menang atas pasukan Armenia.
"Tujuan kami adil dan kami akan menang," katanya, menggemakan kutipan terkenal dari pidato diktator Soviet Joseph Stalin pada pecahnya Perang Dunia II di Rusia.
"Karabakh adalah Azerbaijan," katanya.
Baik Armenia dan Karabakh mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer.
Azerbaijan memberlakukan aturan militer dan jam malam di kota-kota besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perang-armenia-dan-azerbaijan-kembali-bentrok.jpg)