Katong Peduli Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap

berjuang demi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
KATONG PEDULI UNTUK POS-KUPANG.COM
Katong Peduli Indonesia lakukan pernyataan sikap. 

Katong Peduli Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ditengah situasi pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia, sekelompok orang telah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat KAMI, di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, pada 18 Agustus 2020.

Kelompok yang dimotori Prof.Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, serta sejumlah para tokoh dari berbagai latar belakang tersebut berdalih berjuang demi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Setidaknya terdapat delapan tuntutan yang dibacakan secara bergantian oleh sejumlah tokoh dalam deklarasi tersebut.

Koordinator Umum Katong Peduli Indonesia, Florianus N.S.Dede, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan disatu sisi, mereka adalah tokoh-tokoh berepengaruh yang mempunyai rekam jejak dalam perpolitikan di Indonesia.

Sementara itu dilain sisi, kemunculan gerakan sekelompok orang yang menamakan diri KAMI ini menimbulkan kegaduhan politik, yang tentunya memecah belah masyarakat dalam pilihan dan kelompok.

"Hal ini dapat kita lihat fenomena deklarasi Kelompok KAMI, baik pasca Deklarasi KAMI di Jakarta maupun deklarasi KAMI dibeberapa daerah yang memunculkan polemik dan reaksi dari berbagai pihak. Padahal ditengah Pandemi Covid 19 yang terus memakan korban ini seharusnya menjadi momentum menyatukan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama keadaan negara ini agar secepatnya kembali pulih," tuturnya.

Menanggapi gerakan tersebut, Lanjutnya, Katong Peduli Indonesia berpandangan bahwa adalah benar setiap tindak kritis yang dilakukan oleh pihak manapun demi untuk menyelamatkan keindonesiaan kita, persatuan nasional kita. Tetapi bagaimanapun penyampaian tindak kritik, koreksi atau apapun namanya tidak menambah beban rakyat yang sudah sudah berat seperti saat ini.

Bagi Katong Peduli Indonesia, dideklarasikannya KAMI di tengah-tengah pandemi Covid 19 ini adalah tidak pantas. Mestinya di tengah pandemi seperti ini, segala tenaga dicurahkan bersatu padu untuk melawan pandemi.

Ingat, karena pandemi, seluruh sektor kehidupan rakyat terutama di sektor ekonomi, rakyat (miskin)lah yang paling menanggung dampaknya. Pengurangan tenaga kerja di sektor manufaktur tentu saja menambah beban ekonomi yang berimbas di sektor lainnya.

Beban rakyat sudah bertambah, jangan lagi ditambah dengan beban lainnya yang bisa saja kian menempatkan rakyat dalam lubang hitam krisis ekonomi dan politik. Dengan latar belakang di atas, maka Katong Peduli Indonesia menyatakan sikapnya:

1. Menolak dideklarasikannya KAMI atau Koalisi Aliansi Menyelamatkan Indonesia dan segala bentuk pergerakannya yang nyata-nyata semakin membuat kegaduhan di tengah masyarakat dalam situasi pandemi Covid 19 yang berpotensi sekali mengancam kekacauan dan disintegrasi bangsa.

2. Menyerukan kepada masyarakat luas untuk lebih mewasdai segala bentuk ajakan atau himbauan dari kelompok manapun yang berujung pada politik perendahan dan atau pemakzulan pemerintahan yang sah.

3. Menyerukan kepada masyarakat dan pemerintah untuk lebih berkonsentrasi dalam melawan Covid 19 demi untuk solusi keluar dari pandemi Covid 19.

4. Menyerukan kepada pemerintah atau pihak berwenang untuk lebih tegas dalam bersikap terhadap pihak-pihak, terutama Kelompok KAMI yang dianggap menimbulkan keresahan dan mengacaukan konsentrasi bangsa dalam menangani covid 19.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved