China vs AS

Trump Tuduh China Infeksi Dunia, AS & Tiongkok di Ambang Perang Dingin, Ini Peringatan Sekjen PBB

Trump Tuduh China 'Infeksi Dunia', AS dan China di Ambang Perang Dingin Jilid 2, Ini Peringatan Sekjen PBB

Editor: Adiana Ahmad
Intisari
Presiden China, Xi Jinpin (kiri) dan Presiden AS, Donal Trump (kanan) 

Trump Tuduh China Infeksi Dunia,  AS & Tiongkok di Ambang Perang Dingin, Ini Peringatan Sekjen PBB 

POS-KUPANG.COM-- Konflik antara China dan Amerika Serikat ( AS ) kian memanas pasca Presiden Donal Trump menuduh Tiongkok telah menginfeksi dunia.

Sekje PBB, Antonio Guterres menilai tuduhan Donal Trump tersebut bisa menimbulkan perang dingin jilid 2 yang melibatkan kedua negara besar tersebut.

Hubungan China dan AS memang sudah mengalami pasang surut sebelum adanya pandemi virus corona (Covid-19)

Lalu hubungan dua negara besar di dunia ini memburuk ketika pandemi virus corona melanda dunia.

Dalam Majelis Umum PBB tahunan di New York, Presiden AS Donald Trump dengan tegas menyalahkan China atas penyebaran virus corona.

Agen Terbaik Amerika Tenggelam di Laut China Selatan, Hilang Saat Melacak Kekuatan Militer China

Dia meminta China untuk dimintai pertanggungjawaban atas pandemi tersebut.

Apa yang terjadi antara AS dan China mendapat perhatian dunia.

Sebab, mungkin saja kedua negara mengalami 'Perang Dingin'.

Perang Dingin sendiri adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat dan Dunia Komunis.

Dulu, Perang Dingin pernah terjadi antara Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya dengan Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya.

Pentagon Akui, Kekuatan Angkatan Laut Terbesar di Dunia Saat Ini Bukan Amerika Serikat, Tetapi China

Kini, mungkin saja Perang Dingin terjadi antara AS dan China.

Walau kemungkinan sangat besar, dilansir dari bbc.com pada Sabtu (26/9/2020), dalam pidatonya, Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya "tidak berniat memasuki Perang Dingin dengan negara mana pun".

Hubungan antara dua kekuatan dunia itu tegang di sejumlah medan.

Di hadapan majelis, Presiden Trump menggunakan pidatonya untuk memuji pencapaiannya dan menyerang lawannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved