Senin, 13 April 2026

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam

KESAKSIAN Profesor Salim Said: DN Aidit Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran & Sering Khatam

Editor: Bebet I Hidayat
HISTORIA.ID
DN Aidit dalam Kongres Nasional V Partai Komunis Indonesia. 

POS-KUPANG.COM - Dipa Nusantara (DN) Aidit, Ketua Partai Komunis Indonesia ( PKI ), tokoh sentral yang dianggap paling bertanggung jawab dalam peristiwa Gerakan 30 September ( G30S ) ternyata suka baca kitab suci Alquran, bahkan sering khatam. 

DN Aidit, yang ditembak mati seusai peristiwa G30S, bahkan beberapa kali menamatkan alias khatam dalam membaca Al Quran.

Fakta DN Aidit suka baca Alquran, tokoh yang dianggap dalang dalam peristiwa G30S, ini diungkapkan oleh Profesor Salim Said dalam bukunya Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto.

Ada satu bab dalam buku itu yang khusus mengupas kebiasaan DN Aidit membaca Alquran dan diberi judul Pembaca Al-Quran yang Fasih.

Bagi kalangan jurnalis, militer, pengamat militer, hingga akademisi, nama Prof Salim Said tidaklah asing.

Salim Said adalah jurnalis senior dan sudah menjadi jurnalis sejak era tahun 1960-an.

Selain itu, Salim Said juga menjadi saksi mata terhadap beberap peristiwa penting dalam sejarah Indonesia pasca G30S.

Berdasarkan pengalaman mendampingi Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dalam operasi pemberantasan sisa-sisa G30S,

Salim Said menuangkannya dalam buku Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto.

Foto sosok mirip Jokowi di Pidato D.N. Aidit
Foto sosok mirip Jokowi di Pidato D.N. Aidit (KOMPAS.com/LIFE)

Salim Said ketika itu telah melek politik karena merupakan aktivis mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di samping menyambi sebagai wartawan.

Menilik latar belakang penulisnya, buku ini bersifat semiautobiografi yang dituturkan dengan gaya tutur reportase naratif.

Dalam pengantarnya, Prof. Salim Said mengatakan bahwa buku itu diterbitkan bertepatan dengan peringatan 50 tahun Gestapu (Gerakan 30 September 1965) dan percobaan kaum komunis menguasai Indonesia.

Melalui buku itu, Prof Salim Said juga ingin mengenang korban-korban yang tewas, terpenjara, atau terbuang akibat aksi kaum komunis.

Singkat kata, buku terebut dipersembahkan Prof Salim Said kepada publik untuk memperingati kegagalan PKI.

“Mestinya kan mereka baca dulu. Atas dasar baca itu baru mereka bertindak. Bahwa ini ada kekeliruan karena mereka tidak baca,” kata Prof Salim Said dikutip dari Historia.

DN Aidit dan Nyoto
DN Aidit dan Nyoto (Istimewa)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved