Breaking News:

Berita Anies Baswedan

Anies Baswedan Dikepung Covid-19, Setelah Sekda Wafat Disusul Camat Kelapa Gading, Pejabat Waspada

Anies menegaskan, penyakit Covid-19 nyata dan ada di sekitar kita. Dampak terburuk apabila seseorang terpapar Covid-19 adalah meninggal dunia.

Editor: Frans Krowin
Twitter/TribunTimur
Gubernur DKI Jakarta tarik rem kompromi Covid-19, jadi tema diskusi ILC TV One, Selasa 15 September 2020. 

Anies Baswedan Dikepung Covid-19, Setelah Sekda Wafat Disusul Camat Kelapa Gading, Pejabat Waspada

POS-KUPANG.COM -- Saat ini kondisi kota Jakarta semakin mengkhawatirkan. Situasi ini menyeruak akibat virus corona atau Covid-19 yang semakin mewabah di kota itu.

Suasana tersebut semakin membuat aparatur bersikap waspada, apalagi pasca Sekda DKI Jakarta, Saefullah dan Camat Kelapa Gading M. Harmawan meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Kondisi yang melanda DKI Jakarta ini menjadikan Gubernur Anies Baswedan seperti dikepung virus corona atau Covid-19 tersebut.

Terhadap suasana itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh warga agar menjadikan kepergian Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah dan Camat Kepala Gading, M Hermawan, sebagai peringatan tentang kondisi Covid-19 di Ibu Kota yang semakin mengkhawatirkan.

"Saya berharap kepada seluruh warga DKI Jakarta jadikan ini (kepergian Saefullah) sebagai pelajaran, kondisinya memang mengkhawatirkan, dalam artian yang sesungguhnya. Saya selalu menggarisbawahi pesan dari kami tidak pernah ditambahi, tidak pernah dikurangi, saya sampaikan apa adanya," kata Anies usai melepas jenazah Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Jenazah Saefullah dibawa ke halaman Balai Kota menggunakan mobil jenazah sebelum dimakamkan.

Oleh karena itu, Anies kembali mengingatkan warga pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Putra Presiden Soeharto Ini Punya Gurita Bisnis, Kaya Raya Sejak Orde Baru, Miliki Banyak Perusahaan

Tak Terima Dicekal Ke Luar Negeri, Putra Sulung Presiden Soeharto Gugat Menteri Keuangan Sri Mulyani

Anies juga mengimbau warga untuk tetap berkegiatan di rumah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

"Covid-19 ini nyata dan risikonya besar. Ini (kepergian Sekda DKI) adalah contoh nyata dari risiko terburuk apabila terpapar Covid-19. Saya mengajak semua tertib pakai masker, tertib jaga jarak, tertib cuci tangan rutin, tinggallah di rumah kecuali perlu. Jangan bepergian kecuali urgent, kerjakan sebisa mungkin dari rumah," ungkap Anies.

Saefullah meninggal dunia pada Rabu pukul 12.55 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, RSPAD Gatot Soebroto karena terinfeksi Covid-19.

Jenazah Saefullah kemudian dimakamkan di Rorotan, Jakarta Utara. Pemulasaraan jenazah Saefullah menggunakan protokol Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com:  https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/16/16204651/kondisi-jakarta-mengkhawatirkan-anies-covid-19-nyata-dan-risikonya-besar

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved