BMKG : Ende Awas Kekeringan Metereologis PDAM Jamin Dua Bulan Masih Aman
Direktur PDAM Kabupaten Ende Yustinus Sani memastikan pemenuhan kebutuhan Air Minum di Kabupaten Ende dalam dua bulan ke depan
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Direktur Perusahaan Air Minum ( PDAM) Kabupaten Ende Yustinus Sani memastikan pemenuhan kebutuhan Air Minum di Kabupaten Ende dalam dua bulan ke depan (Oktober - November) masih aman kendati debit mata air turun drastis.
Hal itu disampaikan Yustinus Sani saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Ende, Jumat (18/9/2020) terkait peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan oleh Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG).
Yustinus mengatakan, sehubungan dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, Ende masuk kategori awas.
• Perketat Penjagaan Perbatasan, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Patroli Patok
Selain Ende beberapa daerah lain yang masuk kategori awas antara lain, Alor, Belu, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang,
Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor-Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.
Sementara dua daerah lainnya yang masuk kategori siaga yakni Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Barat.
• Pemerintah Terpaksa Cabut 180 Ribu Status Peserta Penerima Kartu Prakerja, Ini 3 Faktor Penyebabnya
Yustinus mengatakan saat ini debit mata air di dua lokasi di Kabupaten Ende turun yakni mata air Ae Kipa dan Ae Pana. Yustinus menyebut penurunan debit mata air di dua lokasi ini sangat signifikan.
Sumber mata air Ae Kipa semula 20 liter per detik, sekarang tinggal 7 liter per detik. Sedangkan di Ae Pana yang semula 17 liter per detik sekarang tinggal 5 sampai liter per detik.
"Produksi air yang masih stabil yakni sumber mata air Wolowona. Jadi sumber kita itu dari Ae Pana, Ae Kipa, Wolowona dan Nangaba. Nah kalau Nangba juga sebenarnya ada penurunan debit air dan segmentasi," ungkapnya.
Kurangi Jam Distribusi ke Pelanggan
Yustinus mengatakan, sehubungan dengan penurunan debit air, maka PDAM Ende Kabupaten Ende mengurangi jam distribusi ke pelangggan. Selain itu air yang keluar di keran pelanggan tidak lagi sederas sebelumnya.
Yustinus berharap masyarakat Kabupaten Ende khusunya pelanggan PDAM bisa memaklumi kondisi tersebut, mengingat ini merupakan faktor alam.
Dia melanjutkan, sumber dari Wolowona akan disubsidi untuk dua sumber yang mengalami penurunan debit air. Namun, kata Yustinus, perlu lakukan rekayasa jaringan untuk subsidi, saat ini Wolowona yang paling stabil debit airnya.
"Saya mengantisipasi dengan saling subdisi dari sumber mata air yang debitnya menurun dan pelayanannya tesendat akan di subdisi dengan stok atau sumber yang masih bisa mencukupi untuk kebutuhan pelanggan," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)