60 Stan Ramaikan Expo Kreatif Anak Negeri
Sebanyak 60 booth (stan) milik pelaku UMKM meramaikan pameran dengan tujuan menggairahkan ekonomi NTT masa pandemi Covid-19
"Expo hari ini adalah pintu masuk untuk menggerakkan semangat yang sempat redup akibat pandemi. Kita lihat secara cerdas untuk kehidupan usaha dan distribusi bisa berjalan," ujar Plt Direktur Utama Bank NTT ini.
Alex menambahkan, semua pelaku UMKM yang mengikuti pameran diberikan kartu kepesertaan gratis oleh BP Jamsostek NTT. Selanjutnya, perusahaann atau lembaga yang tergabung dalam FKLJK menjadi buyer atau pembeli dari semua produk yang ada.
"FKLJK menggerakkan agar semua perusahaan yang ada berperan aktif untuk pameran ini," ujar Alex.
Expo Kreatif Anak Negeri 2020 diisi dengan bussiness matching oleh para pelaku UMKM dan mitra, serta bussiness coaching. Pada sesi tersebut, pelaku UMKM mendengarkan penjelasan dari para pelaku ekonomi yang telah berhasil serta penjelasan lanjutan tentang cara memperoleh izin usaha dari pihak terkait.
Kupang Jack merupakan salah satu UMKM bidang transportasi yang turut serta dalam Expo Kreatif Anak Negeri 2020. John Pellondou berharap, Kupang Jack sebagai karya anak daerah bisa diterima oleh masyarakat Kota Kupang.
"Kami berharap masyarakat bisa mendukung kami dengan menggunakan aplikasi Kupang Jack dan bersama kami menjadi pelaku jasa. Kita sama-sama bertumbuh di kota ini," harapnya.
Pemilik UKM Feotnai Ma'tani Vicky Simonis berharap produk UMKM mendapatkan pasar yang lebih baik. Binaan Bank NTT Cabang Kefamenanu yang beralamat di Jalan Eltari Kilometer 2 Kefa Selatan ini mengaku penjualannya sangat menurun akibat pandemi Covid-19.
"Dengan kegiatan ini kiranya ada investor dan pembeli yang membeli produk kami," tandasnya.
Pelaku UMKM dari Kabupaten Sabu Raijua. Semuel Uly dari Kelompok Suka Maju binaan Bank NTT Kabupaten Sabu Raijua. Produk yang dihasilkan adalah gula semut seharga Rp35.000 per kg dan gula cair (gula sabu).
"Saya berharap kelompok kami bisa berkembang dan bertahan produk ini sampai kapan saja. Saya ingin usaha ini tetap jalan dengan baik dan bisa dapat hasil untuk biaya hidup sehari-hari dan anak sekolah," kata Semuel.
Kelompok Suka Maju beranggotakan 14 orang yang tinggal di Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua.
Kepala KPP Pratama Kupang, Moch. Luqman Hakim mengajak pelaku UMKM mengikuti insentif pajak serta membuka pojok pajak selama dua hari dari pukul 09.00- 18.00 Wita.
"Kehadiran KPP Pratama Kupang di acara ini adalah untuk menyosialisasikan insentif pajak untuk UMKM berupa libur bayar pajak hingga masa Desember 2020, mengingat masih banyak wajib pajak UMKM yang belum menggunakan fasilitas ini," ujar Luqman dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Luqman, insentif pajak merupakan salah satu dari lima jenis insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Lima jenis insentif pajak tersebut adalah insentif pajak Pasal 21, insentif pajak pasal 22 impor, insentif pajak UMKM, pengurangan ansguran PPh Pasal 25, dan percepatan restitusi PPN.
"Khusus untuk insentif pajak UMKM yang setiap bulannya dikenai pajak sebesar 0,5 persen sesuai PP Nomor 23 Tahun 2018, kini wajib pajak UMKM tidak perlu mengajukan Surat Keterangan lagi, namun wajib pajak UMKM cukup menyampaikan laporan realisasi setiap bulannya. Selanjutnya, para wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak dan pemotong ataupun pemungut pajak tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM," papar Luqman. (cr1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/expo-kreatif-anak-negeri-2020-berlangsung-di-millenium-ballr.jpg)