Terkini Mancanegara
Donald Trump Putus Asa Hadapi Isu Pemilihan Presiden AS ,Tuduh Lawannya Joe Biden Konsumsi Narkoba
Tuduhan itu ramai di media sosial sejak Jumat lalu. Pasca Trump berbincang dengan pembawa acara Fox News, Jeanine Pirro.
POS KUPANG, COM, WASHINGTON -Mary Trump meyakini pamannya, Presiden AS Donald Trump putus asa dalam pemilihan umum kali ini.
Dilansir CNN, keputusasaan itulah yang mendorong Trump menuduh rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden soal berbagai hal.
Beberapa waktu lalu, Trump menuduh Biden menggunakan obat-obatan terlarang atau narkotika.
Presiden mengatakan hal tersebut untuk mendongkrak penampilannya sebelum debat, demikian menurut Mary dalam wawancaranya dengan CNN. Mary mengatakan tuduhan tersebut adalah bentuk keputusasaan pamannya.
Presiden Trump menuduh Biden menggunakan narkoba dulunya, meskipun tidak ada bukti terkait hal tersebut. Tuduhan itu ramai di media sosial sejak Jumat lalu. Pasca Trump berbincang dengan pembawa acara Fox News, Jeanine Pirro.
"Mungkin ada, mungkin terlibat narkoba. Itulah yang saya dengar," kata Presiden Trump kepada Pirro.
Mary Trump juga mengatakan, pamannya menuduh Biden mengalami ketidakstabilan mental lantaran presiden dituduh hal yang sama di masa tuanya ini. Trump membela diri dari tudingan itu dengan mengklaim memiliki nilai tes kognitif yang bagus. Meskipun sebenarnya hasilnya tidak menunjukkan demikian, dan memperlihatkan adanya superioritas mental.
"Dia memproyeksikan hampir semua hal. Menormalisasi dia, yang telah berlangsung selama satu dekade, adalah salah satu alasan kami di sini," jelasnya.
Disinggung soal obat-obatan, Mary mengatakan tidak yakin pamannya mengonsumsi hal tersebut. Mary Trump juga ditanya soal sikap Trump dalam menanggapi krisis Covid-19 dalam buku Bob Woodward 'Rage'. Menurutnya buku itu mengungkap bukti-bukti yang cukup untuk mengritik Trump atas penanganannya pada pandemi.
"Yang perlu kita fokuskan adalah apa yang sebenarnya dikatakan Donald dan kita bisa menangani masalah Woodward nanti," katanya.
Mary mengatakan ingin Trump bertanggung jawab dengan tindakannya selama ini. Namun dia juga mencatat, presiden memiliki trauma atas pola asuhnya saat masa kanak-kanak.
"Donald adalah pria yang secara psikologis rusak parah, berdasarkan asuhannya dan situasi dengan orang tuanya," katanya kepada Chris Cuomo dari CNN pada Juli.
Dikabarkan Tribunnews sebelumnya, Trump membuat sejumlah pernyataan kontroversial dan penting dalam wawancaranya bersama Bob Woodward antara Desember dan Juli silam. Salah satunya Trump mengaku telah meremehkan risiko covid-19.
Presiden mengatakan kepada Woodward dalam percakapan pada 19 Maret, dia sengaja 'mengecilkan' risiko dan ancaman virus corona dalam pesannya kepada publik. "Saya ingin selalu mengecilkannya. Saya suka mengecilkannya karena saya tidak ingin membuat orang panik," kata Trump dalam rekaman telepon. (tribunnews)