Sabtu, 11 April 2026

Romo Perno Sebut Pemda Ende Tidak Serius Tekan Laju Penyebaran Covid-19

Romo Perno mengatakan Pemerintah Kabupaten Ende terkesan tidak serius menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Romo Perno saat berbicara dalam pertemuan Gugus Tugas Covid-19 Ende di Kantor Bupati Ende, Rabu (27/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Ketua Posko Covid-19 Keuskupan Agung Ende Romo Perno mengatakan Pemerintah Kabupaten Ende terkesan tidak serius menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurutnya apa yang disampaikan oleh Bupati Ende Djafar Achmad lewat berbagai media terkait peningkatan protokol kesehatan di era new normal tidak sejalan dengan yang terjadi di lapangan.

Hal itu disampaikan Romo Perno saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu (12/9/2020) terkait meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Ende.

Cegah Covid-19 - Kodim 1601 Sumba Timur Cek Pelaku Perjalanan

Sebagaimana diketahui, jumlah pasein Covid-19 di Ende hari ini mencapai 20 orang. Atau dalam sehari terjadi penambahan pasien sebanyak 19 orang.

Romo Perno mengatakan, harus diakui bahwa masyarakat juga tidak tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan tidak mau," ungkapnya.

Dia tegaskan jika masyarakat Kabupaten Ende masih mengabaikan protokol kesehatan maka jumlah pasien Covid-19 di Ende akan terus meningkat.

David Suda Berharap Trans Nusa Tetap Layani Rute Kupang-Ruteng PP

Menurutnya, saat ini pun ada sebanyak 83 sampel swab yang masih ditunggu hasil pemeriksaannya. "Jadi masyarakat mesti disiplin," tegasnya.

Dia mengkritik sikap Pemda Ende yang menurutnya terkesan membiarkan kondisi di mana protokol kesehatan di masyarakat tidak diterapkan dengan baik.

Dia juga menyoroti apa yang disampaikan Bupati Ende bahwa dalam penerapan new normal akan ada pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat ramai misalnya di pasar.

"Tapi di lapangan tidak ada, yang katanya ada pemeriksaan suhu tubuh, membuat pasar transit agar tidak terjadi penumpukan, membuat satu pintu keluar dan satu pintu masuk di Pasar Mbongawani untuk memudahkan pengawasan, tidak dijalankan semua, hanya omong," tegasnya.

Romo Perno meminta Pemda Ende perlu segera mengambil langkah cepat dengan melibatkan tiga batu tungku yakni Pemerintah, Adat dan tokoh agama.

"Terkait tiga batu tungku ini jangan hanya seremonial saja tapi bagaimana aksinya untuk menekan aksi laju pertumbuhan Covid-19," ungkapnya.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, laporan perkembangan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencengangkan.

Kadis Kesehatan Kabupaten Ende dokter Muna Fatma, Sabtu (12/9/2020) melaporkan jumlah pasein Covid-19 di Ende saat ini mencapai 20 pasien. Atau bertambah sebanyak 19 pasien dalam satu hari.

Jumlah ini kemungkinan besar meningkat, mengingat ada 80 an sampel swab yang masih ditunggu hasil pemeriksaannya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved