Sejumlah Pihak Tak Ingin Pameran HUT Kota Kefa Digelar, Begini Respon Bupati Ray
Sejumlah pihak tidak menginginkan pelaksanaan pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kefamenanu
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sejumlah pihak seperti FKUB TTU, DPRD TTU, dan para mahasiswa di Kabupaten TTU tidak menginginkan pelaksanaan pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kefamenanu ke 98.
Pasalnya, pelaksanaan pameran pembangunan dikhawatirkan akan memunculkan claster baru dalam penyebaran Covid-19.
Meski sejumlah pihak tidak menginginkan, Bupati Kabupaten TTU, Raymundus Sau Fernandes mengatakan, pemerintah daerah menerima masukan dari sejumlah pihak. Oleh karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan dengan bijaksana sehingga kegiatan yang nantinya melibatkan banyak orang tersebut dapat berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
• Pasien Covid-19 di Sumba Timur Meninggal - Ini yang Disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas
Menurutnya, pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan dan tindakan antara penerapan new normal dengan aktifitas yang harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, harus berhati-hati sehingga sektor ekonomi tetap bergairah, namun perlindungan terhadap masyarakat terkait penyebaran covid-19 harus tetap diperhatikan.
"Oleh karena itu dengan masukan kepada kita, maka kita lengkapi berbagai hal yang berhubungan dengan protokol covid-19 ini agar proses ini tetap berjalan," ungkapnya.
• Polisi Sambangi SMA Negeri I Jerebuu di Watumanu Ngada
Bupati TTU dua periode itu menambahkan, memang pihaknya menghargai kecemasan dari warga. Oleh karena itu pemerintah daerah sangat memahami kekhawatiran tersebut, namun pihaknya akan tetap merancang kegiatan yang menerapkan dengan disiplin protokol kesehatan.
"Aktivitas tidak boleh terhenti, ini penegasan dari pemerintah pusat, presiden melalui kementrian. Tetapi yang patut dijaga adalah protokol kesehatan. Cuci tangan, kemudian hand sanitizer, pakai masker, jaga jarak, ini yang penting," ungkapnya.
Raymundus mengatakan, Kabupaten TTU masih masuk dalam zona hijau covid-19. Oleh karena itu, walaupun masih zona hijau, protokol covid harus tetap diperhatikan.
"Jadi kita akan atur, ada pintu masuk dan ada pintu keluar agar tidak bertabrakan. Jadi setia pintu masuk wajib dilakukan pengukuran suhu, sehingga nanti kalau diatas suhu yang normal, maka petugas kesehatan langsung isolasi, untuk kita observasi lebih lanjut supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," terangnya.
Raymundus mengatakan, dalam rangka perayaan HUT Kota Kefa, pihaknya mengurangi beberapa kegiatan seperti kegiatan olahraga yang melibatkan anak-anak, atraksi budaya, dan gerak jalan. Beberapa kegiatan tersebut nantinya ditiadakan.
"Kalau waktu belum. Kita akan melihat kesiapannya. Kalau sudah maksimal, sudah memenuhi standar protokol covid-19, baru kita tentukan. Memang dalam undangan besok, tapi saya sudah minta untuk kita geser dengan pertimbangan berbagai hal ini," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)