Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Pengampunan yang Bermakna dan Berkualitas

Nasihat Putra Sirakh menegaskan bahwa Tuhan menghendaki pengampunan bukan balas dendam dan amarah.

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 13 September 2020

Pengampunan Yang Bermakna dan Berkualitas

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Manusia adalah makhluk pencari makna. Demikian kata Plato. Termasuk salah satunya adalah berusaha menemukan makna dan damai sejahtera melalui sikap mengampuni sesama yang berbuat salah.

Setiap orang yang mendapatkan pengampunan atas khilaf dan sikap yang salah merasa lega dan bahagia karena terbebaskan dari pergumulan batin dan pikiran. Sementara mereka yang tidak mendapatkan maaf dan pengampunan hidup dalam ketidaktenteraman dan isolasi diri yang menyiksa hati.

Kitab Putra Sirakh ( 27 :30 dan 28 :1 ) menulis bahwa dendam kesumat dan amarah sangatlah mengerikan, dan orang berdosalah yang dikuasainya. Barangsiapa membalas dendam akan dibalas Tuhan.

Nasihat Putra Sirakh menegaskan bahwa Tuhan menghendaki pengampunan bukan balas dendam dan amarah.

Kita diajak untuk menjadi orang yang dingin hati dan bukan panas hati. Sebab orang yang panas hatinya akan selalu mengobarkan pertikaian dan konflik.

Setiap manusia entah hidup ataupun mati, entah ia orang baik ataupun orang jahat, tetap milik Tuhan. Sebagaimana matahari selalu terbit baik bagi orang baik maupun orang jahat.

Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk berubah dan bertumbuh ke arah kebaikan.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved