Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Debit Air di Kota Kupang Menurun 30 Persen

akan turun berkisar 30 sampai 40 persen dari kapasitas yang normal. Ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya, sehingga masyarakat sudah mengantisip

Pos Kpg.Com/Yen
Kepala PDAM Tirta Lontar Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe 

 POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Memasuki bulan September hingga awal November akan terjadi Hari Tanpa Hujan di Kota Kupang atau anomali iklim dengan curah hujan yang cukup rendah. Oleh karena itu Pdam Tirta Lontar Kota Kupang mencari solusi bekerja sama dengan pemilik sumur sumur bor untuk kebutuhan air bersih bagi pelanggan di kota Kupang.

Dirut PDAM Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan pada musim ini bila sumur permukaan pasti airnya akan kering tapi untuk sumur bor penurunan air tidak terlalu signifikan. Inilah antisipasi yang dilakukan.

Debit air, kata Oettemoesoe, akan turun berkisar 30 sampai 40 persen dari kapasitas yang normal. Ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya, sehingga masyarakat sudah mengantisipasi dengan membangun bak penampung di rumah masing-masing atau membeli air tangki.

Pdam Kota Kupang tahun ini gencar melakukan kerja sama dengan masyarakat dan universitas yang memiliki sumur bor untun terus dapat memenuhi kebutuhan air bersih pelanggannya. Sejak Mei 2020 hingga saat ini sudah ada tujuh sumur bor yang telah dijalin kerja samanya.

Ia mengatakan kerja sama yang dilakukan dengan Sinode GMIT 8 liter per detik, Liliba 5 liter per detik, Oesapa Selatan 10 liter per detik, gereja Marturia 8 liter per detik, Oepura 20 liter per detik, air hitam Unkris 35 liter per detik dan Penfui 5 liter per detik. Jadi total keseluruhan 91 liter per detik.

Ia menyampaikan sistem kerja sama ini untuk dua gereja dan Unkris karena semuanya disiapkan Pdam Kota Kupang maka harga kompensasi diberikan Rp 1.000 per kubik. Sedangkan masyarakat pemilik sumur bor diberikan Rp 2.000 per kubik.

HATI-HATI MAIN LAYANGAN, Bocah ini Terbawa Layangan Jatuh dari Ketinggian 3 Meter,Begini Kondisinya

Saat ini, kata Jhoni, kerja sama yang telah berjalan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat pelanggan Pdam Kota yaitu dari sumur bor Oepura, Oesapa Selatan dan Liliba. Sementara itu akan dilakukan pada akhir September, Gereja Marturia di Oktober, Sumur Bor Penfui akhir Oktober lalu ditutup Air Hitam Unkris.
"Oepura meskipun baru peresmian tapi sudah berjalan sejak Mei," tuturnya.

Diakuinya dengan kerja sama ini investasi Pdam Kota semakin meningkat. Bila sebelumnya biasanya Rp 500 sampai 600 juta. Saat ini Rp 600 sampai 800 juta per bulan di bulan kritis.

"Semuanya berpusat di kota Kupang sambil menunggu kue besar kali dendeng 150 liter per detik yang akan menguasai di bagian barat. Titik sentranya di Oepura akan dikembangkan lagi, satu sumur bor 10 liter per detik dan akhir tahun ditambah lagu satu titik sumur bor 10 liter per detik. Ditambah lagi di sonaf Pak Esthon 15 liter per detik. Jadi 50-55 liter bisa menyebar ke TDM Maulafa, bisa turun hingga Oebobo dan Kuanino. Jadi semua pelanggan bisa tercukupi air bila kali dendeng juga mulai beroperasi," terangnya.

INFO TERBARU:Pengakuan Ahli Virologi China: Saya Punya Bukti Virus Covid-19 Buatan Manusia

Ia memilih "Pilih Biji Asam" bekerja sama dengan pemilik sumur bor untuk menyuplai kebutuhan air bagi masyarakat kota Kupang. Sekira 2020 warga sudah bisa menikmati air dengan lancar dan 2021 semakin lebih baik lagi.

Total pelanggan saat ini mencapai 13.108. Untuk itu Pdam Kota tidak fokus untuk menambah pelanggan tetapi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Jika air sudah mengalir lancar barulah Pdam Kota menambah pelanggan.

"Pelayanan pada umumnya terganggu pada dua operator. Kemudian cacatnya karena pelanggan gunakan air dari blud dan airnya kotor. Oleh karena itu saya lebih memilih kerja sama dengan pemilik sumur bor, sehingga tahun 2021 dari 90 liter per detik bisa mengatasi 4 ribu pelanggan dapat menambah 5 ribu pelanggan lagi. Jika kali dendeng sudah selesai maka bisa lebih menambah pelanggan," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Pos Kpg.Com/Yen
Jhoni Oettemoesoe

Area lampiran

Kepala PDAM Tirta Lontar Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe
Kepala PDAM Tirta Lontar Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe (Pos Kpg.Com/Yen)
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved