Minggu, 12 April 2026

Awal Musim Hujan Mulai Akhir Oktober 2020

Pada akhir Maret 2020, BMKG merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai bulan Mei - Juni 2020

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kondisi kekeringan di wilayah Kecamatan Oebobo Kota Kupang, NTT. Gambar diambil Rabu, 9 September 2020. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pada akhir Maret 2020, BMKG merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai bulan Mei - Juni 2020. Hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia (87%) sudah mengalami musim kemarau.

Samudera Pasifik diprediksi berpeluang terjadi La-Nina, sedangkan Samudera Hindia berpotensi terjadi IOD negatif. Demikian rilis yang diterima POS-KUPANG.COM dari Stasiun BMKG Kupang, Kamis (10/9/2020).

4.511 Warga Belu Telah Menerima Bantuan JPS dari Pemerintah

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyatakan, pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona Ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina dengan indeks Nino 3.4 = -0.6, yang berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti.

Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina).

Timoteus Sudah Dibawa Ke Rumah Duka di Golo Lando

La Nina berkaitan dengan lebih dinginnya suhu muka laut di Pasifik ekuator dan lebih panasnya suhu muka laut wilayah Indonesia, sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di Wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan.

Sementara itu di Samudra Hindia, pemantauan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif (indeks IOD= -0.47).

IOD negatif menandai suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudera Hindia sebelah timur Afrika.

Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020.

Baik kondisi La Nina dan IOD negatif tersebut diprediksi mengakibatkan sebagian Wilayah Indonesia atau 27,5% Zona Musim (ZOM) berpotensi mengalami musim hujan yang cenderung LEBIH BASAH daripada rerata klimatologisnya, meskipun secara umum kondisi Musim Hujan 2020/2021 di sebagian besar wilayah Indonesia atau pada 243 ZOM (71%) diprakirakan NORMAL atau SAMA dengan rerata klimatologisnya. Pemutakhiran prediksi akan dilakukan setiap bulan.

Dwikorita menyampaikan pula bahwa Musim Hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober, terutama dimulai dari Wilayah Indonesia Barat dan sebagian besar Wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021.

"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)," imbuh Dwikorita.

Awal, Sifat dan Puncak Musim Hujan

Datangnya musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan Angin Timuran yang bertiup dari Benua Australia (Monsun Australia) menjadi Angin Baratan yg bertiup dari Benua Asia (Monsun Asia), jelas Deputi Klimatologi BMKG, Herizal.

Ia menambahkan bahwa peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatera pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020 dan akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 34,8% diprediksi akan mengawali musim hujan pada bulan Oktober 2020, yaitu di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved