Breaking News:

Berita TTS Terkini

Realisasi PAD Bapenda TTS Sentuh Angka 65,12 Persen

Terhitung hingga Agustus, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTS telah mencapai 65,12 persen atau

Realisasi PAD Bapenda TTS Sentuh Angka 65,12 Persen
POS KUPANG/DION KOTA
Kepala Bape‎nda TTS, Aba Anie

Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Terhitung hingga Agustus, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTS telah mencapai 65,12 persen atau Rp. 5.847.730. 837 dari target Rp. 8.980.269.247 merujuk pada target APBD Perubahan 2020. Jika merujuk pada Perbup perubahan tahun 2020, dimana target PAD diturunkan 40 persen dari target awal, menjadi Rp.5.388.161.548 s sebagai dampak dari adanya Pandemi Virus Corona maka presentase realisasi PAD mencapai 108, 53 persen.

" Kalau kita merujuk pada Perbup perubahan dimana target realisasi PAD kita diturunkan 40 persen menjadi Rp.5.388.161.548, maka realisasi kita sudah melampaui target. Namun dalam perubahan APBD 2020, target PAD dikembalikan ke target awal sesuai APBD murni 2020 maka realisasi kita 65,12 persen," jelas Kepala Bapenda Kabupaten TTS Aba Anie kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (9/9/2020) di ruang kerjanya.

Adanya Pandemi Virus Corona lanjut Aba, mempengaruhi realisasi pencapaian PAD. Dimana, sesuai Keputusan bupati 210/Kep/HK/2020, tertanggal 14 April 2020 tentang pemberian keringanan/pembebasan pajak dan retribusi daerah dalam rangka pencegahan penyebaran dan pengaruh Covid 19 maka retribusi pasar digratiskan selama tiga bulan (April-Juni). Selain itu, Pemda juga memberikan keringan sewa kios dalam pasar sebesar 75 persen, sehingga para penyewa hanya membayar 25 persen dari harga penetapan.

Penutup pasar kecamatan dan desa (maret-juni) ikut berpengaruh terhadap realisasi pencapaian target PAD.
Namun Aba tetap optimis pihaknya bisa mencapai target PAD. Saat ini pihaknya mengerahkan seluruh staf Bapenda untuk melakukan penagihan pajak PBB dan Reklame.
Untuk menutupi
Keputusan bupati 210/Kep/HK/2020, tertanggal 14 April 2020 tentang pemberian keringanan/pembebasan pajak dan retribusi daerah dalam rangka pencegahan penyebaran dan pengaruh Covid 19.

" Kita tetap optimis dengan terobosan yang kita lakukan seperti pendataan ulang obyek PBB yang belum didata dan pemutahiran data bagi obyek PBB yang mengalami perubahan bangunan gedung.

Kami juga melakukan pendataan dan penetapan pajak reklame untuk kabupaten TTS sesuai aplikasi pajak reklame. Ini mempermuda kami dalam mempercepat penetapan dan pencetakan dokumen surat ketetapan pajak daerah (SKPD)," terang Aba.

Untuk PBB, ditargetkan Rp. 4.569.234.515 dan hingga saat ini yang sudah terealisasi Rp 2.919.353.598 atau 63,52 persen. Untuk PBB, ada 10 kecamatan yang realisasinya mencapai 100 persen. Ke-10 kecamatan tersebut yaitu, Amanatun Selatan, Kokbaun, Toianas, Fautmollo, Oenino, Nunbena, Mollo Tengah, Fatumnasi, Santian dan Kie. Sedangkan sisanya termaksud Kecamatan Kota Soe realisasinya belum mencapai 100 persen. Terendah, kecamatan Amanuban Tengah yaitu 19,07 persen.

" Kami ucapkan terima kasih kepada para camat yang realisasi PBB nya sudah mencapai 100 persen. Bagi yang belum, saya berharap bisa terus bekerja keras untuk menggenjot realisasi PAD akan mencapai 100 persen," pungkasnya. (Din)

Kapolda Minta Penyelenggara Pilkada dan Warga NTT Taati Protokoler Covid19

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved