Rabu, 27 Mei 2026

LIVE Streaming Kompas TV, Jakob Oetama, Wartawan dan Pendiri Kelompok Kompas Gramedia Tutup Usia

Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020 pukul 13:05 WIB

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Wartawan dan Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama wafat. 

LIVE Streaming Kompas TV, Jakob Oetama, Wartawan dan Pendiri Kelompok Kompas Gramedia Tutup Usia

POS-KUPANG.COM - Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020 pukul 13:05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta dalam usia 88 tahun.

Almarhum disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan Jakarta dan akan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.

Terkait penerapan protokol kesehatan selama situasi pandemi, karyawan maupun purnakaryawan atau siapa pun yang hendak menyampaikan penghormatan terakhir kepada Bapak Jakob Oetama dapat mengikuti prosesi persemayaman dan pemakaman secara daring melalui tautan www.kompas.tv/live.

Berikut profil Jakob Oetama

Jakob Oetama lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931.

Dikutip dari buku Syukur Tiada Akhir, Jakob Oetama merupakan putra pertama dari 13 bersaudara dari pasangan Raymundus Josef Sandiya Brotosoesiswo dan Margaretha Kartonah.

Jakob yang lahir dengan nama asli Jakobus Oetama, awalnya bercita-cita menjadi seorang pastor, tetapi niatnya itu tidak terwujud.

Jakob berkeinginan untuk menjadi guru karena guru juga menjadi profesi dari sang ayah. Adapun ayah Jakob merupakan seorang guru Sekolah Rakyat (SR) yang selalu berpindah tugas.

Setelah lulus dari seminari menengah atau sekolah calon pastor setingkat SMA, Jakob sempat menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ke seminari tinggi.

Tetapi, Jakob hanya menjalani masa studi di seminari tinggi sekitar tiga bulan saja.

Pergi ke Jakarta

Buku Yuk, Simak Pak Jakob Berujar
Buku Yuk, Simak Pak Jakob Berujar (KOMPAS/Wawan H Prabowo)

Semenjak saat itu, Jakob memutuskan untuk merantau ke Jakarta guna mewujudkan cita-citanya menjadi guru seperti sang ayah.

Sesampainya di Jakarta, Jakob diminta untuk menemui kerabat sang ayah yang bernama Yohanes Yosep Supatmo pada 1952.

Untuk diketahui, Supatmo bukanlah guru, tetapi baru saja mendirikan Yayasan Pendidikan Budaya yang mengelola sekolah-sekolah budaya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved