Rabu, 22 April 2026

Pemprov NTT Berikan Bantuan buat Lembaga Agama di Malaka

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) secara khusus membantu lembaga agama di Kabupaten Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Yosef A.Nae Soi, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Malaka, Sabtu (5/9/2020). 

POS-KUPANG.COM I BETUN---Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) secara khusus membantu lembaga agama di Kabupaten Malaka.

Bentuk empati Pemprov NTT itu diwujudkan dalam bentuk bantuan beras dalam kaitannya dengan penanggulangan efek Covid-19 yang masih melanda dunia umumnya dan Malaka khususnya.

Bantuan beras dari Pemprov ini ini di serahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Yosef A.Nae Soi, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Malaka, Sabtu (5/9/2020).

Hari Inin Gubernur VBL Launcing TJPS di Sumba Tengah

Bantuan beras sebanyak 5 Ton itu diserahkan secara simbolis kepada rakyat Malaka melalui lembaga agama dan lembaga kemasyarakatan. Adapun penerima bantuan beras tersebut adalah 10 Paroki di Kabupaten Malaka, yakni Paroki St. Fransiskus Xaverius Bolan, Paroki St. Yohanes Baptista Besikama, Paroki St. Antonius Padua Kleseleon, Paroki Salib Suci Weoe, Paroki St. Dominikus Wekmidar.

Paroki St. Mikhael Kada, Paroki Salib Suci Alas, Paroki St. Yohanes Rakfau, Paroki Kristus Raja
Seon dan Paroki St. Sisilia Kotafoun.

Di Nagekeo Ruas Jalan Rega-Sawu Nyaris Putus

Kemudian 3 Gereja Protestan, yaitu Gereja GMIT Imanuel Maktihan, GBI Sang Permai Betun dan
GPdI Weoe. Sebanyak 2 Biara Susteran, yaitu Susteran RVM Kada dan Susteran S.SpS Betun serta takmir Masjid Al Qadar Pasar Baru Betun dan salah satu lembaga LKSA,

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Yosef A.Nae Soi mengatakan, kunjungan kerja ini sangat istimewa. Pasalnya, saat ini dirinya bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat genap dua tahun memimpin NTT.

"Ini sesuatu yang luar biasa karena pada ulang tahun kedua dirayakan di sini (Malaka) dan saya punya perasaan antara gembira bercampur sedih. Mengapa saya gembira, karena saya diterima. Mengapa saya sedih karena perjalanan dari atambua ke Malaka jalan masih rusak," ujarnya.

Menurutnya, apabila jalan rusak dan membuat dirinya sedih maka tahun 2021, uang yang akan dicarikan ke pemerintah pusat sebanyak Rp 1 triliun harus bisa menyelesaikan jalan raya ini.

"Program utama kami bersama bapak gubernur adalah JALA singkatan dari Jalan, Listrik dan Air. Jabatan kami genap berusia tiga tahun jalan provinsi harus beres tanpa kompromi," tegas Nae Soi.

Lanjut dia, Infrastruktur No Kompromis. Oleh sebab itu dirinya bersama Gubernur sudah membagi tugas dimana gubernur mengurus tanam jagung panen sapi. Sedangkan dirinya mengurus jalan listik air ditambah lagi dengan jaringan internet yang dikeluhkan oleh masyarakat.

"Mengenai internet saya sudah pergi ke Bhakti Kominfo tolong kasih saya BTS yang banyak dan sudah disanggupi. Tahun depan NTT sudah dapat
NTT masih banyak yang harus kita benahi bersama maka dari itu kita butuh bupati yang faham dan punya kemampuan," katanya.

Sebelumnya Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, dalam sambutannya mengatakan, atas nama rakyat Malaka dirinya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah membuat kebijakan - kebijakan di masa pandemi ini untuk membantu rakyat.

Di kabupaten Malaka, beber SBS, setiap kali dirinya membuat kebijakan untuk mendukung pilar - pilar pemerintahan di kabupaten ini salah satunya para pemuka agama ada yang gagal faham dan protes,

"Contoh kami membuat kebijakan bersama DPRD memberikan bantuan mobil kepada lembaga agama guna pelayanan umat di protes, tapi tidak mengapa namanya pemimpin itu siap menerima kritikan walupun apa yang dikerjakan benar," ujar SBS yang maju kembali menjadi bakal calon bupati Malaka ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved