Update Corona Sumba Timur - 109 Sampel Belum Ada Hasil

Sebanyak 109 sampel swab dari Kabupaten Sumba Timur belum ada hasil dari Laboratorium Bio Molekuler RSUD WZ Johannes Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Para penumpang pesawat antre mencuci tangan di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Kamis (27/8/2020) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 109 sampel swab dari Kabupaten Sumba Timur belum ada hasil. Sampel ini telah dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD WZ Johannes Kupang.

Sesuia data dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) Kabupaten Sumba Timur, Jumat (4/9/2020) menyebutkan, sampel swab yang dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof.WZ.Johannes Kupang sebanyak 109 sampel.

Total sampel sampai saat ini 581 sampel dan 22 sampel dinyatakan positif sesuai hasil laboratorium. Sedangkan 450 sampel dinyatakan negatif.

BPJAMSOSTEK NTT bersama Kejari Manggarai dan Manggarai Barat Dorong Pemenuhan Hak Pekerja

Pelaku perjalanan sebanyak 13.088 orang, suspek 242 orang, satu orang suspek baru dan satu orang meninggal dunia, Probable tidak ada sedangkan kontak erat sebanyak 303 orang.

Pasien positif Covid-19 sebanyak 13 orang, 12 orang telah sembuh, satu masih dirawat.

Pelaku Penganiayaan Paul Hingga Tewas di Kabor Jalani Pemeriksaan di Unit Pidum Polres Sikka

Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha,S.KM kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, sesuai hasil pelacakan terhadap warga yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 pada Selasa 1 September 2020 itu ada sekitar 58 orang termasuk ada juga tenaga medis.

"Hasil pelacakan ini, semua sudah kita karantina kemudian diswab dan juga telah dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang," kata Tinus.

Dijelaskan, karena pasien positif Covid-19 di Sumba Timur itu adalah pelaku perjalanan yang pulang dari Surabaya,maka selama berada di kediamannya tentu ada kontak dengan orang lain.
Apalagi, yang bersangkutan hampir satu minggu di rumah sebelum masuk rumah sakit.

"Jadi kami minta semua orang pernah kontak dengan pasien ini agar bisa lapor diri ke posko gugus tugas atau layanan kesehatan untuk diperiksa," katanya.

Dikatakan, kontak erat yang dilacak paling banyak adalah tenaga medis dari Rumah Sakit Kristen (RSK) Lindimara. Sedangkan lainnya adalah keluarga dan warga yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut. (Laporan Reporter POS -KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved