Breaking News:

Rektor UKAW: Dosen Jangan Bangga Bimbing Mahasiswa Lama-lama

Rektor UKAW: Dosen Jangan Bangga Bimbing Mahasiswa Lama-lama, simak beritanya guys

Istimewa
Rektor UKAW: Dosen Jangan Bangga Bimbing Mahasiswa Lama-lama 

POS-KUPANG.COM - Rektor UKAW: Dosen Jangan Bangga Bimbing Mahasiswa Lama-lama

“Dosen jangan bangga bimbing para mahasiswa lama-lama, karena mau dapat sesuatu darinya. Ingat kita universitas yang berciri Kristen yang harus mengedepankan nilai-nilai Kristiani”.  demikian penegasan Rektor Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dr. Ayub Mekodalam sambutannya pada Ibadah Syukur Dies Natalis UKAW ke 35 dan Wisuda Sarjanake 60 dan Pasca Sarjana ke 16, di Aula Ruang H, Kamis,  3 September 2020.

RAMALAN ZODIAK CINTA Sabtu 5 September, Aquarius Harmonis, Kekasih Scorpio MENJAUH, Sedih!

KABAR Gembira, Lembaga Eijkman Sebut Proses Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah 50 Persen Selesai

Kata PADUI Bilang Begini: Jangan Salahkan Pelaku Perjalanan sebagai Penyebar COVID-19, Menurut Anda?

KABAR Gembira dan Catat, Pemda NTT Bantu 100 Kapal untuk Nelayan Tradisional, Sudah Terima?

Pdt Dr Mesakh Dethan & Lulusan Terbaik periode 2020, Yulian Widodo, M.Th. Kamis 3 Sep 2020
Pdt Dr Mesakh Dethan & Lulusan Terbaik periode 2020, Yulian Widodo, M.Th. Kamis 3 Sep 2020 (Istimewa)

Menurut Rektor UKAW para Civitas Akademika UKAW harus berubah demi kemajuan UKAW sesuai dengan tema yang diangkat kembali pada perayaang Dies ke 35 ini, yaitu Berubahlah oleh pembaruan budimu (Roma 12:2b) dengan mengambil sub tema: Eksistensi Universitas Kristen Artha Wacana dan Perubahan Kultur Akademik di Era Digital.

Rektor UKAW juga mengkritisi para dosen yang tidak fokus membangun UKAW, tetapi justru membangun universitas di luar, tetapi mendapatkan makan sehari-hari dari UKAW.

 Sementara itu Ketua Yayasan Pembina UKAW, Drs. Djidon De Haan, M.Si menegaskan UKAW bahwa harus mampu kreatif dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Seumpama kita berlayar kita tidak bisa melawan angin, tetapi kita bisa memanfaatkan angin untuk laju kapal kita untuk maju sampai tujuan.

  Begitu pula jika kita tidak mampu beradaptasi dengan era digital ini, maka kita akan tergilas oleh arus perubahan zaman.

Suasana usai ibadah Dies Natalis UKAW ke 35 di UKAW Kamis 3 Sep  2020
Suasana usai ibadah Dies Natalis UKAW ke 35 di UKAW Kamis 3 Sep 2020 (Istimewa)

“Saya juga perlu tegaskan bahwa pemimpin harus mampu menyelesaikan masalah, jika ia tidak mampu menyelesaikan masalah dan malah ia adalah sumber masalah itu sendiri, maka ia sendiri akan yang akan diselesaikan”, demikian Djidon De Haan yang disambut dengan derai tawa hadirin yang hadir.

Ibadah syukur Dies Natalis ke 35 diawali dengan sebuah kebaktian syukur yang dipimpin oleh dua orang pendeta yakni Pdt. Yandy Manobe, STh, sebagai pengkhotbah dan Pdt. Oktovina Metboki Nalle sebagai Liturgos.

Menurut Pendeta Yandy dalam khotbahnya menekankan bahwa “pembaharuan budi bukan soal kepandaian belaka, bukan juga soal kesuksesan, tetapi terutama soal kejujuran, pengakuan dosa, dan hati yang mampu mengatasi godaan-godaan dunia sebagai bukti menunjukkan identitas kristiani di tengah-tengah perubahan”. (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved