Breaking News:

Puskesmas Sebagai Ujung Tombak Dalam Gangguan Penglihatan

Yayasan Tanpa Batas ( YTB) Kupang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar kegiatan pelatihan sehari bagi dokter-dokter

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Seni Saliana, Direktur Yayasan Tanpa Batas (YTB) Kupang, Kamis (03/09/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Yayasan Tanpa Batas ( YTB) Kupang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar kegiatan pelatihan sehari bagi dokter-dokter Puskesmas se-Kota Kupang di hotel sotis, Kamis (03/09/2020).

Kegiatan dibuka oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih dan dalam kegiatan diikuti oleh 11 dokter dari 11 puskesmas se-kota kupang.

Polres Manggarai Gelar Simulasi Pengamanan Pendaftaran Paslon Pilkada Manggarai 2020

Direktur Yayasa Tanpa Batas (YTB) Kupang, Deni Saliana kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (03/09/2020), menyampaikan kegiatan ini melibatkan dokter-dokter di kota kupang, secara umum dokter umum di puskesmas.

"Puskesmas sebagai ujung tombak dalam proses penanganan dalam gangguan penglihatan," ujar Deni

Menurut Direktur YTB Kupang, Kegiatan ini juga bertujuan untuk mereka paham tentang gangguan penglihatan, dan menjadi modal untuk mereka bisa merujuk apabila ada kasus-kasus tentang gangguan penglihatan yang ada di puskesmas.

Fadli Zon Desak Puan Maharani Minta Maaf ke Masyarakat Minang, Ucapan Ketua DPR ini Jadi Pemciu

Dikatakan Deni, karena sering kali rujukan itu salah dalam mendiagnosa.

Sehingga para dokter perlu dilatih untuk saat melakukan screening rujukannya lebih tepat sasaran. Lanjutnya

"Kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat jangan di ping pongkan," tegasnya

Contoh misalnya, kata Deni, ketika masyarakat yang mengalami gangguan mata, pergi ke puskesmas untuk lakukan pemeriksaan tepat mendapatkan pelayanan yang tepat, agar pasien mendapat pelayanan yang tepat untuk bisa diberikan rujukan lanjut ke rumah sakit untuk lakukan operasi.

Jadi, dokter akan memahami lebih detail tentang gangguan penglihatan untuk mereka membuat rujukan lebih tepat. Ungkapnya

Deni menjelaskan, untuk saat ini kami lakukan penguatan kapasitas ditingkat puskesmas. Namun apabila ditingkat puskesmas layanannya sudah siap, maka ini bagian dari proses untuk sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang datang ke puskesmas untuk lakukan pemeriksaan, mereka yakin bahwa ada pelayanan yang tepat terkait dengan gangguan penglihatan.

"Para perawat juga akan kami lakukan pelatihan. Namun untuk pelatihan kepada para perawat berbeda dengan para dokter," tambahnya

Deni menyampaikan, tujuan lain dari kegiatan ini, agar layanan di puskesmas itu memiliki layanan yang inklusif dan komperhensif atau ramah terhadap masyarakat.

Dia berharap, semoga pemerintah kota kupang merespon hal ini secara baik, agar kemudian memilki peningkatan-peningkatan kedepan, khususnya ada kebijakan yang berpihak pada program-program penglihatan, terutama dalam peningkatan anggaran di puskesmas untuk peningkatan pelayanan bagi masyarakat yang non disabilitas dan disabilitas," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved