Pilkada Sumba Timur

Pilkada Sumba Timur - Mengapa PKB Sumba Timur Tidak Berhasil Usung Matius Kitu - Umbu Hapu Mbeju

sumba Timur akhirnya tidak bisa mengusung bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu - Um

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua DPC PKB Kabupaten Sumba Timur, Abdul Samad saat berbicara di hadapan bapaslon bupati dan wakil bupati, Matius Kitu-Umbu Hapu Mbeju dan para pengurus PKB, pendukung dan simpatisan di Kamalaputi, Sumba Timur, Rabu (2/9/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/WAINGAPU - PKB Sumba Timur akhirnya tidak bisa mengusung bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu - Umbu Hapu Mbeju atau Paket Maju untuk bertarung dalam Pilkada Sumba Timur tahun 2020. Gagalnya PKB mengusung bapaslon karena PKB tidak berhasil mendapat partai politik (parpol) koalisi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Sumba Timur, H. Abdul Samad menyampaikan hal di hadapan pengurus PKB dan pendukung Matius Kitu- Umbu Hapu Mbeju di Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (2/8/2020)

Menurut Abdul, pihaknya sebenarnya sejak awal telah sukses meraih Surat Keputusan (SK) dari beberapa parpol seperti PKPI namun tiba-tiba SK tersebut diberikan lagi kepada paket lain.

"Kami sudah berjuang secara maksimal dan juga sebenarnya sudah sukses untuk meraih SK. Kami telah berjuang semaksimal mungkin, kami berusaha namun, hasilnya seperti yang kalian lihat saat ini," kata Abdul.

Dijelaskan, pihaknya telah berusaha untuk meloloskan paket Matius Kitu-Umbu Hapu Mbeju atau paket Maju.

"Kami sudah berusaha meloloskan paket kami tapi, kami tidak patah semangat. Kami berupaya meraih Partai Gerindra, bahkan pak Muhaimin menelpon langsung pak Prabowo, namun ternyata kami gagal. Karena itu, kami akan putuskan PKB untuk menentukan sikap," katanya.

Saat itu, Abdul menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan tersebut, namun dirinya meminta agar jangan ada yang patah semangat, karena PKB sudah memutuskan untuk menentukan sikap.

"Ternyata kami gagal, saya minta maaf atas kegagalan ini.Tapi mari kita tetap berjuang menyelamatkan Sumba Timur," ujarnya.

Balon Bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu saat itu mengisahkan kembali liku-liku ketika satu bulan lebih melakukan pendekatan dan melobi parpol di Jakarta.

"Kami sudah berupaya tapi tidak dapat PKPI yang awalnya kita sudah pegang SK nya. Kemudian kita cari Partai Demokrat , oleh pak BKH (Benny K.Haraman) kitabbuat telah serta mencari satu kursi di Partai Gerindra.
Paling drop setelah PKPI mencabut SK," kata Matius.

Saat itu banyak pendukung yang larut dalam keharuan, bahkan ada yang sempat meneteskan air mata.
Matius mengakui, saat itu dirinya hanya berharap pada Tuhan dan mengatakan itu adalah rencana Tuhan.
Dikatakan,ketika pihaknya tidak juga mendapat Partai Gerindra, maka tentu para pendukung dan simpatisan harus mendapatkan kepastian.

"Kita ikut ke mana. Pilih sesuai hati nurani. Saat itu, ada partai yang minta gabung dengan PKB tapi harus bongkar paket, saya tidak mau,Karen saya dan pak Hapu Mbeju ini sudah bersama sejak lama. Tentu mau jadi bupati dan wakil bupati itu harus seperti suami dan istri," ujarnya.
Bakal Calon Wakil Bupati Sumba Timur,

Umbu Hapu Mbeju mengatakan, sampai saat ini, mereka masih berdiri tegar karena mereka tahu masih banyak orang yang mencintai mereka.

"Sampai saat ini kami masih berdiri tegar,karena kami tahu masih banyak orang yang mencintai kami," kata Umbu Hapu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved