FAKTA! Babi Hutan Ini Bertingkah Bak Manusia, Pakai Baju, Makan Nasi, Minum Susu, Tidur Pakai Bantal
Saat orang yang dibuntutinya mengusir, sang babi hutan ini justru tak mau pergi. Babi hutan ini malah mengeluarkan air mata seperti menangis.
FAKTA! Babi Hutan Ini Bertingkah Bak Manusia, Pakai Baju, Makan Nasi, Minum Susu, Tidur Pakai Bantal
POS-KUPANG.COM - Seekor babi hutan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berperilaku aneh.
Babi hutan yang mestinya liar dan menyerang manusia, justru memperlihatkan sikap yang tidak biasanya.
Babi hutan ini sangat jinak dan membuntuti salah seorang warga dari hutan sampai pulang ke rumah.
Saat orang yang dibuntutinya mengusir, sang babi hutan ini justru tak mau pergi. Babi hutan ini malah mengeluarkan air mata seperti menangis.
Tingkah babi hutan ini semakin aneh, yakni tak mau tidur kalau tanpa bantal dan selimut.
"Sudah tiga malam ini kalau dikasih bantal dan selimut baru mau tidur," kata Reno (34) orang yang dibuntuti babi hutan itu, Sabtu (29/8/2020).
babi tersebut kini dipelihara oleh Reno dan menjadi tontonan warga.
Warga setempat maupun dari desa lain terus berdatangan ingin melihat sang babi karena penasaran.
• Wajah Ruben Onsu Berubah Saat Andre Taulany & Nunung Bercanda Soal Anak Pungut di Depan Betrand Peto
• Dulu Jajal Akting dan Nyanyi Kini Barbie Kumalasari Ngaku-ngaku Anak Indigo, Benarkah? Ini Faktanya
Reno mengaku kasihan dengan babi itu dan sudah berupaya melepaskannya, namun sang babi tak mau pergi.
"Sudah saya lepas tapi tidak mau pergi dia, jadi saya pelihara dulu, sebenarnya kasihan juga," katanya.
Kepala Desa Karang Waru, Arwan juga mengaku tak habis pikir dengan babi hutan yang membuntuti Reno tersebut.
"Aneh, soalnya ini babi hutan, tau sendiri kalau babi hutan, lihat manusia dari jauh saja sudah pergi. Tapi ini malah jinak," ujarnya.

Lebih aneh lagi kata Arwan, sang babi tidak mau tidur bila tak diberikan bantal dan selimut.
Selain keanehan soal tidur, babi tersebut juga tidak mau makan jika tidak diberi nasi dan susu.
"Kami di desa ini betul-betul merasa aneh. Tidurnya mau pakai bantal selimut, terus makannya juga mau nasi dan susu," kata Arwan.
Diberitakan sebelumnya, Reno awalnya mengambil air di sebuah mata air dalam hutan yang berada tak jauh dari rumahnya.
Saat Reno pulang, babi itu tiba-tiba muncul dan mengikuti langkah Reno sampai tiba di rumahnya.
Babi itu sempat diusirnya dan diantar ke dalam hutan lagi, namun tetap saja mengikuti Reno ke rumah.
"Aneh tapi nyata, sudah saya usir balik lagi ikut saya dia, anehnya itu karena ini babi hutan.
Biasanya babi hutan itu kalau lihat manusia pasti lari atau kita yang diseruduknya," kata Reno.
Reno melanjutkan, babi hutan itu ditinggalkannya di luar rumah lalu Reno menutup pintu rumahnya.
Selang beberapa waktu, Reno kemudian membuka pintu rumahnya dan melihat sang babi masih ada depan pintu.
"Saya pikir dia sudah pergi kan, saya kedepan lagi, ternyata dia masih ada depan pintu, tiduran, menangis dia," cerita Reno.
• Kebiasaan Aneh Siti Badriah Saat Mandi Ini Bikin Feni Rose Kaget dan Takut, Kok Bisa?
• Ini Profil Lengkap Polwan Pertama di Indonesia yang Jadi Jenderal Polisi, Wanita Tangguh Nan Cerdas
Anggota Persatuan Olahraga Berburu Babi (PORBI) Kabupaten Muratara, Evan berpendapat babi itu diperkirakan memang sering berkeliaran mencari makan di sekitaran desa tempat ditemukannya.
"Babi itu sepertinya memang sering cari makan di sekitaran situ, jadi tidak takut lagi dengan manusia," kata Evan, Jumat (28/8/2020).
Menurut dia, wilayah hutan di belakang Desa Karang Waru tersebut memang masih banyak babi liar.
Namun karena sering berdekatan dengan perkampungan warga, sehingga babi seperti sudah terbiasa dekat dengan manusia.
Apalagi babi-babi hutan di sana jarang diburu oleh warga maupun PORBI Kabupaten Muratara.
"Dia jinak mungkin karena babi di sana itu jarang diburu, jadi seperti sudah biasa dekat manusia," ujarnya.
Evan juga berpendapat, kemungkinan besar babi yang jinak itu sudah dipelihara oleh warga sejak kecil.
"Kemungkinan juga ada orang di kebun yang dapat sejak kecil, setelah besar ini pergi, makanya dia tidak takut membuntuti manusia," katanya.
Jangan Syirik
Kepala Kantor Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merespon soal babi hutan jinak yang viral beberapa hari terakhir.
Babi tersebut menjadi viral setelah diposting di social media karena tiba-tiba jinak dan membuntuti salah seorang warga dari hutan sampai pulang ke rumah.
Babi itu juga disebut-sebut memiliki beberapa keanehan, seperti tak mau pergi dan mengeluarkan air mata saat diusir warga yang dibuntutinya.
• Kepergok Gandengan di Acara Ultah Sarwendah,Jordi Onsu & Cita Citata SaltingJadi Sorotan,Ruben Onsu?
• Penyanyi Lawas Vina Panduwinata Tiba-tiba Jadi Trending Topik Twitter, Ternyata Ini Penyebabnya
Keanehan lain seperti tidak mau tidur bila tak disediakan bantal dan selimut.
Bahkan babi itu juga kini diperlakukan seperti manusia dengan dipakaikan baju dan celana, serta diberi makan nasi dan minum susu.
Kepala Kankemenag Muratara, Ikhsan Baijuri, berpendapat keanehan yang disebut-sebut ada pada babi tersebut terkesan dibuat-buat.
Menurut dia, babi itu jinak kemungkinan peliharaan orang lain yang lepas dan sudah merasa nyaman dengan manusia.
"Bisa jadi (babi) itu peliharaan orang lain dari kecil, lalu lepas, binatang yang dipelihara sejak kecil pasti jinak," katanya, Senin (31/8/2020).
Ia menjelaskan, bagi umat Islam, babi hukumnya adalah haram dan bila menyentuhnya merupakan najis berat.
"Sangat ironis sekali saya lihat di media sosial babi itu dikasih baju, digendong-gendong, dipegang-pegang sama anak-anak."
"Bahkan kabarnya sekarang ingin dipuja, karena kemungkinan bisa menyembuhkan penjakit, itu bisa menyesatkan," kata Ikhsan Baijuri.
Ia meminta kepada warga yang dibuntuti babi itu atau yang memeliharanya saat ini agar melepaskan hewan tersebut ke hutan dan dibiarkan berkeliaran di habitatnya.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mengunjungi atau mendatangi babi itu lagi, sudah lepaskan babi itu, kasihan," katanya.
Ikhsan menegaskan, babi bukanlah tempat meminta rejeki atau meminta kesembuhan dari penyakit.
"Memintalah kepada Allah, karena semua berasal dari Allah, kalau mendatangi dan meminta selain kepada Allah bisa menjadi musyrik," tegasnya.
* Peternak Babi Ini Mendadak Kaya Setelah Temukan Benda Aneh Di Perut Babi, Harganya Selangit, Rp 56 M
Kisah hidup seseorang memang sulit diprediksi. Seperti itu pula yang dialami seorang Pengusaha Ternak Babi di Thailand.
Kisah itu terjadi Pada 2019, saat pengusaha tersebut menyembelih babi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Ceritanya mencuat setelah pemilik peternakan tersebut menyembelih hewan peliharaannya.
Setelah disembelih, mereka justru menemukan benda aneh yang membuatnya kaya mendadak.
Melansir dari Dongsen News Kamis (11/7/2019), kisahnya berawal ketika pemilik peternakan tersebut, menyembelih seekor babi betina yang beratnya mencapai 200 kg.
Sesaat menyembelih ternak tersebut, sang pemilik bernama Chalongsak Wongsuwatta, secara tak sengaja menemukan benda aneh di dalam perut babi.
Benda itu berbentuk bola dengan permukaan yang dipenuhi bulu.
Benda tersebut terlihat aneh dan mereka yang menemukannya, tak tahu apa sebenarnya benda yang satu ini.
Berat benda tersebut bervariasi. Ada yang sekitar 2 kg dengan panjang kurang lebih 20 cm. Sementara yang lainnya memiliki berat hampir 1 kg.
Chalongsak Wongsuwatta sesungguhnya telah memiliki peternakan babi tersebut selama bertahun-tahun lamanya.
Bahkan selama jangka waktu tersebut, Chalongsak telah menyembeli ternak babi ratusan ekor, namun ia tak pernah menemukan benda tersebut.
Bahkan ia sendiri pun tak tahu menahu perihal nama benda aneh yang ditemukan tersebut.
Atas keanehan itulah pria tersebut kemudian mencari tahu di situs internet dan menemukan fakta yang mengejutkan.
Bahwa benda aneh itu merupakan sebuah barang langka.
Benda aneh yang ditemukan dari dalam perut babi, adalah disebut sebagai "tabur pasir" yang harganya sangat fantastik.
Saat itu, tabur pasir tersebut memiliki nilai sekitar 4 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 56 miliiar.
Benda tersebut digunakan sebagai bahan obat china dan bernilai sangat mahal karena langka
Chalongsak senang mengetahui kenyataan tersebut.
Dia baru pertama kalinya menemukan benda itu di dalam tubuh babi.
Jika ada yang mau membelinya dia sangat senang, dan bersedia menjualnya dengan harga yang sesuai.
Sesuai rencana, jika benda langka "tabur pasir' itu telah terbeli, maka uang hasil penjualannya akan digunakan untuk memperluas skala peternakan babi miliknya.
Menurut keterangan, "tabur pasir" itu dikenal juga sebagai babi cinnabar.
Babi cinnabar merupakan batu kantong empedu, saluran empedu dan saluran hati.
Penampilannya sebenarnya berwarna merah muda atau cokelat dan permukaanya sedikit memiliki kilau dan berbulu.
Benda ini terbentuk melalui sebuah proses yang sangat lama. Padahal, setiap ternak babi, masing-masing memiliki waktu pendek untuk hidup.
Faktor itulah membuat babi cinnabar atau batu kantong empedu ini sangat sulit ditemukan. (*)
Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul: Cuma Sembelih Babi, Pria Ini Mendadak Kaya Setelah Temukan Benda Aneh Berbulu Ini Harganya Rp 56 Miliar: https://intisari.grid.id/read/032306097/cuma-sembelih-babi-pria-ini-mendadak-kaya-setelah-temukan-benda-aneh-berbulu-ini-harganya-rp56-miliar?page=all
Artikel ini telah tayang di Wartakota.tribunnews.com dengan judul: Viral Babi Hutan Bertingkah Aneh, Menangis Jika Diusir Minta Pakai Bantal dan Selimut Untuk Tidur:https://wartakota.tribunnews.com/2020/09/01/viral-babi-hutan-bertingkah-aneh-menangis-jika-diusir-minta-pakai-bantal-dan-selimut-untuk-tidur?page=all