Rocky Gerung Diskakmat!,Dilabrak Staf Menkominfo:Minimal Saya Profesor Beneran, Anda Kan Belum Tentu
Ia juga kerap membantah pengamat lain dengan kalimat-kalimat bernuasa filsafat yang sulit dielak oleh lawan bicara
Rocky Gerung Diskakmat!, Dilabrak Staf Menkominfo: Minimal Saya Profesor Beneran, Anda Kan Belum Tentu
POS KUPAN.COM. Pengamat politk Rocky Gerung kerap memberikan komentar pedas pada pemerintahan Presiden Joko Widodo
Ia juga kerap membantah pengamat lain dengan kalimat-kalimat bernuasa filsafat yang sulit dielak oleh lawan bicara
Namun kali ini, bintang ILC TV One tersebut diskakmat oleh staf ahli Menkoinfo
Akademisi Rocky Gerung, terlibat perdebatan dengan sesama narasumber di salah satu tayangan statiun TV swasta.
Seperti biasa, Rocky selalu menyampaikan kritik pedasnya pada pemerintah.
Namun kali ini, dua narasumber yang beradu argumen dengan Rocky memberikan balasan menohok kala Rocky semena-mena menggiring asumsi.
• Hubungan Ozy Syahputra dan Diah Permatasari Padahl Sama-sama Tenar dari Si Manis Jembatan Ancol
• China Tembakan 4 Rudal ke Laut China Selatan,Amerika Kebakaran Jenggot, Potensi Perang Makin Terbuka
• Peramal Minta Luna Maya Stop Playing Victim, Tegaskan Reino Barack Akan Terus Cintai Syahrini
• Jaksa Pinangki Dihujat Seantero Negeri Regara Rp 1 Miliar, Hotman Paris Malah Puji Karena Hal ini
Narasumber pertama yakni Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo ) Henry Subiakto , yang terlibat perdebatan dengan Rocky Gerung.
Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam tayangan Dua Sisi di TVOne, Kamis (27/8/2020).
Awalnya Rocky Gerung tengah membahas temuan Indonesia Corruption Watch ( ICW ) terkait dana pembiayaan influencer senilai Rp 90,45 miliar.
Ia menilai penggunaan jasa influencer itu adalah untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam menyosialisasikan programnya.
Henry Subiakto lantas membantah tuduhan Rocky Gerung tersebut.
"Saya yang tahu persis persoalan dana itu karena saya di Kementerian. Tidak ada yang namanya influencer di Kementerian saya," sanggah Henry Subiakto.*
Indonesia Rayakan HUT Kemerdekaan ke 75, Rocky Gerung Terbahak-bahak: Dirgahayulah Buzzer!!
Akademisi Rocky Gerung, menyoroti kemunculan segerombol pasukan yang disebutnya sebagai buzzer, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.
Diketahui, di tengah situasi pandemi ini Indonesia sedang merayakan hari kemerdekaan yang ke 75 pada Senin (17/8/2020).
Rocky menyampaikan opininya terkait buzzer dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, diunggah pada Minggu (16/8).
Mengutip Tribun

Wow.com, hal ini berkaitan dengan keberadaan buzzer pemerintah, diikuti ramainya pembahasan mengenai tagar #IndonesiaButuhKerja.
Tagar tersebut santer didiskusikan karena melibatkan sejumlah selebriti Tanah Air, beberapa diantaranya adalah Gading Marteen dan Ardhito Pramono.
Tagar itu sendiri berkaitan dengan RUU Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja yang saat ini banyak ditentang oleh beberapa kalangan.
Sementara para artis yang dilibatkan dinilai telah mengkampanyekan program pemerintah tersebut, sehingga menerima banyak kecaman.
Kendati demikian, salah seorang artis dikabarkan telah meminta maaf dan membantah telah mengkampanyekan Omnibus Law.
Rocky Gerung menilai apa yang terjadi perayaan kemerdakan Indonesia kali ini mengkhawatirkan, sebab muncul banyak buzzer pemerintah.
"Kita sehari lagi mau merayakan Indonesia merdeka, tetapi ternyata kemerdekaan itu justru terhalang oleh berita terakhir bahwa pemerintah menyewa buzzer," ujar Rocky Gerung.
"Kan dia musti menyewa patriot-patriot bangsa, masak buzzer jadiin simbol kemerdekaan 75 tahun," lanjutnya.
Sontak Rocky berseloroh, mengucapkan selamat kepada para buzzer karena telah menjadi simbol kemerdekaan.
Menurutnya, buzzer telah setia menemani proses pemerintahan hingga saat ini.
"Jadi kita 75 tahun bersama buzzer gitu? Dirgahayulah buzzer," ungkap Rocky Gerung.
Dalam tayangan tersebut, Hersubeno Arief selaku moderator kemudian meminta tanggapan Rocky tentang Ardhito Pramono yang menurutnya bukan masuk kelompok buzzer.
Hersubeno menyebut Ardhito sebagai influencer yang digunakan untuk mensosialisasikan program-program pemerintah.
"Tapi dalam kasus ini, yang menjadi rame karena mereka digunakan untuk mendukung program RUU Omnibus Law, ini kan urusannya dengan bisnis nih bung Rocky," kata Hersubeno, seperti dikutip Sosok.ID dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (17/8).
Rocky pun menyebut Jokowi menjadikan Omnibus Law sebagai backbone, sehingga Presiden akan membabat segala jalan untuk mewujudkannya.
"Kan kita tahu Omnibus Law itu pesanan pengusaha, itu bukan cuma kita yang sinis, bahkan Bank Dunia mengambil kesimpulan itu kepentingan pengusaha yang justru bisa membuat ekonomi memburuk," kata Rocky.
Baca Juga: Demi Penuhi Ambisi di Pilpres 2024, AHY Disarankan Gabung ke Kabinet Jokowi - Ma'ruf, Pengamat: Dia Sampai Keluar dari Tentara, Harus Cari Panggung
Rocky yang meyakini bahwa Omnibus Law adalah program titipan pengusaha mengatakan, akan terjadi sirkulasi uang dimana sang pengusaha tidak bakal langsung memberi uang kepada influencer/wartawan yang mengkampanyekannya.
"Tapi itu berputar melalui calo-calo, jadi perbuzzeran ini adalah percaloan di dalam pembusukan politik," katanya.
Lebih lanjut, kata Rocky, para buzzer ini adalah para wartawan, aktivis, dan LSM yang berupaya untuk mendekati tokoh.
"Begitu dompetnya tipis ya mereka mendekati tokoh," kata Rocky Gerung. (*)
1
2
3
Show all
Sebagian artikel ini sudah tayang di Sosok.Grid.ID dengan judul: Skakmat! Bak Kena Tampar Kanan Kiri, Rocky Gerung Dilabrak Staf Menkominfo di Layar TV: Minimal Saya Profesor Beneran, Anda Kan Belum Tentu https://sosok.grid.id/read/412310788/skakmat-bak-kena-tampar-kanan-kiri-rocky-gerung-dilabrak-staf-menkominfo-di-layar-tv-minimal-saya-profesor-beneran-anda-kan-belum-tentu