Rabu, 15 April 2026

Bupati Sunur Genjot Pariwisata Pemulihan Ekonomi Masa Pendemi Covid-19

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama masyarakat menghadapi pandemi Corona ( Covid-19) dengan tenang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Acara Ngobrol Asyik dengan tema Penanganan Recovery Ekonomi Masa Pandemic Covid-19 Kabupaten Lembata bersama Bupati Eliaser Yentji Sunur yang digelar POS-KUPANG.COM secara virtual pada Senin (24/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bersama masyarakat menghadapi pandemi Corona ( Covid-19) dengan tenang. Pria yang akrab disapa Bupati Sunur ini fokus pada dua hal utama, yakni penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Karakter daerah lain masih berjuang dan mencegah penyebaran Covid-19. Di Lembata kita sudah lakukan, sekarang kita giatkan ekonomi masyarakat," kata Bupati Sunur dalam acara Ngobrol Asyik Pos Kupang bertajuk Penanganan Recovery Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19, Senin (24/8/2020) sore.

Kegiatan virtual ini dipandu redaktur Pos Kupang Marsel Ali, dan disiarkan secara live streaming melalui Facebook POS-KUPANG.COM dan Instagram POS KUPANG.

Guru Honor Terima Bantuan Rp 600 ribu, Okto Sebut Baru Wacana

Bupati Sunur memiliki kiat dan strategi untuk menggenjot ekonomi masyarakat Lembata pada masa pandemi Covid-19. Berbagai program inovasi diimplementasikan.

Ia merinci program ekonomi di antaranya memastikan sektor perdagangan beroperasi. Pedagang keliling diizinkan untuk menjual dagangan hingga ke pelosok desa. Namun demikian, para pedagang keliling dilengkapi dengan kartu khusus yang mengontrol para pedagang agar tidak keluar atau masuk dari daerah zona merah Covid-19.

Aurel Hermansyah: Bukan Rekayasa

"Kita pastikan para pedagang keliling boleh menjual hingga ke pelosok sehingga desa harus terima mereka. Kita lakukan inovasi bagi para pedagang tetapi mereka harus benar-benar pedagang Lembata," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga memastikan bahwa pasar-pasar baik tradisional maupun modern tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sebagai langkah awal, lanjut Bupati Sunur, pemerintah bersama stakeholder lain seperti TNI-Polri menjaga agar protokol tetap dilaksanakan. Pemerintah terus mengimbau masyarakat mentaati protokol kesehatan.

"Kita minta masyarakat untuk taat protokol. Kesadaran masyarakat kita tingkatkan supaya saling mengingatkan, saling menegur," ujarnya.

Program berikutnya, pemerintah membuka tempat-tempat pariwisata Lembata. Bupati Sunur menjelaskan, tempat wisata dibuka karena sektor pariwisata merupakan sektor tercepat untuk menghasilkan uang bagi masyarakat.

Menurut Bupati Sunur, sektor pariwisata dapat menggerakkan ekonomi karena ada dampak ikutannya. "Kita pilih pariwisata supaya kita bisa membuka dan mendorong perputaran ekonomi di lokasi pariwisata," katanya.

Ia mengungkapkan, dari pembukaan tempat pariwisata pada akhir pekan, rata-rata menghasilkan perputaran uang mencapai Rp 50-an juta.

Selanjutnya, pemerintah juga menjamin proyek-proyek fisik dan infrastruktur tetap berjalan. Tender tetap dilaksanakan dengan skema pembayaran uang muka sebesar 10 persen hingga 20 persen. Sementara pelunasan akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut, perusahaan diwajibkan mempekerjakan tenaga kerja lokal, dimana warga bekerja sesuai batas wilayah masing masing.

"Hal itu memastikan warga tetap mendapatkan uang sehingga tetap menjaga daya beli masyarakat dan rantai ekonomi tetap berjalan," tandasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved