Kamis, 9 April 2026

Pelajar Sumba Timur Tewas Dekat Gereja

Warga Kampung Padanjara, Desa Laihau, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur dikagetkan dengan penemuan mayat

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono,SIK 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -Warga Kampung Padanjara, Desa Laihau, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur dikagetkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki, Minggu (23/8/2020) pagi.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono menjelaskan, mayat tersebut ditemukan di dekat sumur kompleks Gereja Kristen Sumba (GKS) Laihau sekitar pukul 06.00 Wita.

"Telah ditemukan mayat seorang laki-laki dalam posisi tidur terlentang di atas tanah dengan kondisi tubuh alami sebuah luka tusuk pada dada kiri dan bersimbah darah," ungkap Handrio melalui pesan singkat, Minggu sore.

BPJamsostek Segera Salurkan Bantuan Subsidi Gaji Karyawan Swasta

Jasad laki-laki yang ditemukan tewas itu adalah seorang pelajar berinisial DKND (19), warga kampung Kilimbatu, Desa Bidi Praing.

Hasil pemeriksaan tim medis menyatakan ada luka tusuk yang cukup dalam pada dada kirinya hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak. Diduga luka tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia. Korban diperkirakan meninggal dua atau tiga jam sebelum ditemukan oleh seorang warga.

KSPSI NTT Apresiasi Subsidi Upah

Handrio menjelaskan, saksi yang melihat pertama kali mayat DKND adalah seorang warga Padanjara berinisial RMYR (16).

Pada 06.00 Wita, saksi hendak menimba air. Saat melintas di dekat sumur dalam kompleks gereja, dia mendapati korban dalam posisi tidur terlentang di atas tanah dengan kondisi sekujur tubuh bersimbah darah.

Saksi langsung berteriak histeris dan memberitahu kepada ayahnya, YMY (41). Selanjutnya kedua saksi menginformasikan kepada aparat desa setempat. Kemudian melaporkan hal itu kepada Polsek Lewa.

Aparat dari Polsek Lewa bersama tim medis langsung terjun untuk melakukan olah TKP. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus kematian tersebut. "Diduga karena dibunuh. Untuk pelaku masih kita cari," kata Handrio. (kompas.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved