Pertemuan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa Inisiatif Dandim Koerniawan

Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo disebut sebagai inisiator pertemuan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo 

POS-KUPANG.COM - Dandim 1621 TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo disebut sebagai inisiator pertemuan Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa guna menyelesaikan konflik lahan Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan.

Dandim Koerniawan melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga Nabuasa, baik Usif Besi Frans Nabuasa, Nope Nabuasa maupun Usif Pa'e, PR Nabuasa guna duduk bersama Pemprov NTT untuk mengakhiri masalah lahan di Besipae.

Dandim Koerniawan disebut Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Properti NTT, DR. Zetj Sony Libing melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga Nabuasa guna bertemu Pemprov NTT.

Usif Besi dan Usif Pae Dukung Pemprov NTT

Begitu mendapat tanggapan positif dari keluarga Nabuasa, Jumat (21/8) sore langsung dilakukan pertemuan bersama keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT di kantor Kecamatan Amanuban Selatan.

"Penyelesaian konflik lahan di Besipae tak lepas dari inisiatif Pak Dandim Koerniawan yang langsung turun tangan melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa sehingga melahirkan surat pernyataan kesepakatan penyelesaian sengketa lahan Besipae antara Keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT," ungkap Sony, Sabtu (22/8) saat pertemuan bersama para Usif di Lopo, Besipae, Sabtu (22/8).

Dijemput Massa, Ketua DPC Hanura SBD Serahkan Oktavianus Holo Jadi Balon Kades Waimakaha

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu juga mengakui peran Dandim Koerniawan dalam pertemuan penyelesaian masalah konflik lahan Besipae. Dandim Koerniawan melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa guna duduk semeja dengan Pemprov NTT untuk menyelesaikan masalah Besipae.

"Pak Dandim Koerniawan merupakan inisiator dari pertemuan Jumat sore. Beliau yang melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa sehingga ada surat kesepakatan bersama untuk mengakhiri masalah konflik lahan di Besipae," terangnya.

Dandim Koerniawan menegaskan dirinya terdorong melakukan pendekatan dengan keluarga Nabuasa setelah melihat potensi konflik di Besipae tidak hanya melibatkan masyarakat dengan pemerintah saja, tetapi juga bisa terjadi konflik di antara masyarakat Besipae dan masyarakat sekitarnya.

Oleh sebab itu, dirinya berinisiatif mendorong percepatan penyelesaian masalah Besipae guna menghindari konflik antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan pemerintah.

"Kita lihat gesekan yang terjadi bukan hanya masyarakat Besipae dan pemerintah saja, tetapi sudah meluas hingga masyarakat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, saya berinisiatif melakukan pertemuan Pemprov dan Keluarga Nabuasa guna mengakhiri konflik yang sudah 12 tahun terjadi," jelasnya.

Untuk diketahui, Konflik masalah lahan Besipae, TTS akhirnya berakhir, Jumat (21/8/2020) sore melalui pertemuan bersama antara Pemprov NTT dan Usif (Raja) Besi dan Usif Pa'e (dua Usif di Wilayah Besipae) bertempat di kantor Camat Amanuban Selatan. Usif Besi, Frans Nabuasa dan Usif Pa'e yang diwakili Gustaf Nabuasa (anak kandung Usif Pa'e, PR Nabuasa) dan Nope Nabuasa bersepakat area seluas 3.780 hektar di Besipae tetap menjadi milik Pemprov NTT.

Kedua pihak (Pemprov NTT dan Usif Besi dan Usif Pa'e) bersepakat mengakhiri seluruh persoalan terkait Besipae. Kedua usif meminta kepada Pemprov NTT agar dalam pelaksanaan program di wilayah Besipae harus melibatkan masyarakat setempat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (din)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved