POS-KUPANG.COM -Selama ini, salah satu masalah klasik di masyarakat, adalah susah mencari toilet di tempat-tempat umum.
Itulah sebabnya, betapa tak sedikit orang yang terpaksa membuang air kencing di sembarang tempat.
Perilaku ini tentu mengganggu kota yang sudah tertata dengan cantik dan rapi, karena bau tidak sedap yang sangat khas dan menyengat.
Hal ini juga ternyata terjadi di ibu kota Belanda, Amsterdam.
Namun, pemerintah kota tersebut memiliki cara unik untuk mengatasi permasalahan yang satu ini.
Melansir CNN, Jumat (21/8/2020) pemerintah Amsterdam menyiasati masalah lama ini dengan cara membuat suatu fasilitas yang bisa digunakan untuk buang air, namun juga memperindah tampilan kota.
Fasilitas itu dipasang di delapan titik berbeda di penjuru kota, di mana aktivitas kencing sembarang tempat masih sering ditemukan.
Wadah ini jadi solusi kencing di sembarang tempat (Kompas.com)
Memiliki tinggi sekitar 1 meter berbahan alumunium dan ditumbuhi tanaman hijau di bagian atasnya, fasilitas ini disebut sebagaiThe urinals produce organic fertilizer and clean wateratau banyak juga disebut sebagai GreenPee.
Dewan lokal menyebut di dalam alat itu terdapat rami yang akan menyerap dan memproses air kencing yang tertampung.
Oleh karena bagian atasnya difungsikan sebagai tempat tanaman, maka alat ini terlihat seperti tanaman-tanaman penghias kota pada umumnya.
Akan tetapi, ketika dilihat lebih dekat akan terlihat sedikit celah di bagian samping alat tersebut. Ini lah tempat untuk masyarakat yang ingin melakukan buang air kecil.
Buatan Psikolog Lingkungan
GreenPee diproduksi oleh sebuah perusahaan Belanda bernama Urban Senses dan ditemukan oleh seorang psikolog lingkungan, Richard de Vries.
Sebelumnya, pada tahun 2018 ia pernah melakukan uji coba untuk produk yang sama, memasangnya di 4 area pusat kota, hasilnya terjadi penurunan 50 persen fenomena kencing liar.
Melihat hasil uji coba yang ada, para pejabat pemerintahan melanjutkan proyek ini dan memesan 8 GreenPees baru yang semula dijadwalkan akan dikirim Februari lalu.
Namun karena pandemi dan Amsterdam diberlakukan penguncian yang membuat kebutuhan akan toilet umum berkurang, pemesanan ini pun sempat tertunda.