VIRAL, Pohon Pisang Ajaib Muncul di Jambi, Setelah Tumbuh Langsung Berbuah, Mengandung Poliploid?
Fenomena lainnya adalah pisang ajaib yang tumbuh di Sarolangun, tepatnya di Lorong Talang Damar, Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun.
Selain berbuah unik, pohonnya juga bercabang membentuk huruf V atau ketapel.
Masing-masing batang yang bercabang dua mengeluarkan dua jantung.
"Totalnya ada empat," kata Toyib saat dihubungi, Selasa.
Untuk saat ini, pisang milik Toyib mengeluarkan enam tandan.
"Sekarang untuk ketiga kalinya, pisang berbuah dengan dua tandan, lalu empat tandan dan terakhir enam tandan," kata Toyib.
Toyib meyakini keajaiban itu berkat dari Tuhan.
Untuk itu, dia melarang apabila ada warga yang memanfaatkan pisangnya untuk sesuatu yang aneh, misalnya untuk berobat dan hal-hal mistis.

• Anies Baswedan Angkat Bicara Kalau Temukan Pasien Positif Covid-19 Itu Kabar Baik Langsung Ditangani
• Tak Sanggup Melayani Hasrat Seksual Istri 9 Kali Sehari, Pria Tulungagung Ini Memilih Bercerai
• Didukung Zulkifli Hasan, Gibran Rakabuming Raka Bilang: Untuk Bangun Negara Saya Mulai Dari Solo
Fenomena Pisang Ajaib Bukan Gaib
Peneliti dari Universitas Jambi, Dede Martino, menjelaskan, fenomena pisang berbuah tidak normal ini disebabkan tumbuhan tersebut memiliki kromosom lebih dari satu sel, atau yang disebut poliploid.
"Umumnya 3, di alam bisa terjadi perubahan atau mutasi karena proses adaptasi. Peluang pisang bermutasi memang besar dibandingkan tumbuhan lain," kata Dede.
Untuk pisang yang tumbuh tanpa daun dan batang, menurut Dede, hal itu adalah fenomena biasa.
Penyebabnya, bunga keluar dari bonggol.
Bonggol adalah batang pisang asli, sedangkan gedebok yang dikenal luas sebagai batang adalah kumpulan dari pelepah pisang yang menyerupai batang.
Hal senada juga disampaikan peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi Jon Hendri.
Menurut dia, pisang yang berbuah tidak normal bukanlah suatu hal yang mistis.
Menurut dia, pisang melakukan mutasi genetik karena dipengaruhi lingkungan, penyakit dan unsur hara tanah.