Terkait Penembak Peluru Gas Ke Tanah, Kapolres Ariasandy : Itu Hanya Shock Therapy
usaha membujuk warga Besipae untuk di relokasi ke rumah yang disiapkan Pemprov NTT melalui pendekatan persuasif mendapat penolakan.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Terkait Penembak Peluru Gas Ke Tanah, Kapolres Ariasandy: Itu Hanya Shock Therapy
POS-KUPANG. COM | SOE -- Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK menegaskan, penembakan peluru gas ke tanah oleh anggota Brimob yang membantu proses pengamanan di Besipae merupakan tindakan shock therapy.
Pasalnya, usaha membujuk warga Besipae untuk di relokasi ke rumah yang disiapkan Pemprov NTT melalui pendekatan persuasif mendapat penolakan. Anggota Brimob di lapangan tidak berniat untuk melukai warga Besipae.
" Ada sejumlah warga Besipae yang sudah dibujuk, dirayu untuk menempati rumah yang sudah disiapkan Pemprov NTT tapi tidak mau. Lalu ada anggota Brimob yang menembakan peluru gas ke tanah bukan di arahkan ke warga. Ternyata setelah ada tembakan ke tanah warga mau bergerak dan menempati rumah yang di siapkan Pemprov NTT," ungkap Kapolres Ariasandy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2020) malam.
Warga yang menolak di relokasi dikatakan Kapolres Ariasandy, merupakan warga pendatang bukan warga asli Besipae. Warga asli Besipae, termasuk para usif, sudah menyatakan kesediaannya agar program Pemprov NTT masuk ke Besipae.
Terkait masalah lahan, dirinya sudah berulang kali mengusulkan kepada warga Besipae agar masalah tersebut dibawa ke ranah hukum guna dilakukan pembuktian tetapi hingga hari ini warga Besipae tidak melakukan gugatan secara hukum.
" Warga yang menolak ini warga pendatang, kalau warga asli mendukung. Lihat saja, warga dari empat desa yang ada di kawasan Besipae justru ikut membantu program Pemprov melakukan pembersihan lahan dan penanaman anakan kelor dan lentoro teramba," terangnya.
Terkait situasi di Besipae, Kapolres Ariasandy mengaku, hingga saat ini kondisinya masih kondusif. Pihaknya terus melakukan pengamanan di lapangan guna memastikan tidak ada tindakan yang melanggar hukum.
" Kondisi di lapangan masih kondusif dan aman," terangnya.
Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, sejauh ini kondisi di Besipae terpantau aman. Bahkan, pada saat perayaan HUT RI ke-75 juga dilakukan upacara di Besipae.
" Kondisi aman kakak. Besok kami dari Forkopimcam akan turun pantau kondisi di lapangan lagi," tegasnya.
Untuk diketahui, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Properti NTT, Sony Libing
Sony yang dikonfirmasi terkait aksi penembakan peluru gas oleh anggota Brimob dalam upaya relokasi warga Besipae, Selasa (18/8/2020) tak menampik hal tersebut.
Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan usai upaya pendekatan humanis dengan mengajak enam kepala keluarga yang rumahnya ditertibkan karena dibangun menghalangi kantor pemerintah di Besipae gagal.
Pemprov NTT sendiri sudah membangun enam unit rumah untuk ke enam KK Tersebut sejak pekan lalu namun urung ditempati.
• 4 Zodiak Ini Dikenal CUEK dan KEJAM saat Mengakhiri Hubungan dengan Pacar, Aquarius tak Punya Empati
• Polres Kota Kupang Akan Melakukan Penyelidikan Lebih Lanjut Terkait Penyebab Kebakaran
• OMK St Familia Wae Nakeng Kibarkan Bendera Merah Putih di Pantai Watu Weri Kabupaten Mabar
Ke enam KK tersebut memilih untuk bertahan dengan tinggal di pinggir jalan. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)