Breaking News:

Tahun Ini Pasukan 17 8 45 Ditiadakan, Maro'o Tetap Senang Bisa Kibarkan Bendera di Balai Kota

Pengibar Bendera Merah Putih di Balai Kota Kupang adalah purna paskibra tahun 2019 yaitu Jeane Christina Ndoda,

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Balai Kota Kupang, Senin (17/8/2020). 

Tahun Ini Pasukan 17 8 45 Ditiadakan, Maro'o Tetap Senang Bisa Kibarkan Bendera di Balai Kota

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pengibar Bendera Merah Putih di Balai Kota Kupang adalah purna paskibra tahun 2019 yaitu Jeane Christina Ndoda, Maro'o A Rumihin dan Fredik E Teyseran.

Maro'o kepada POS-KUPANG.COM, mengaku senang bisa mengibarkan bendera merah putih meskipun tanpa kehadiran pasukan 17 8 45. Karena merebaknya wabah Covid-19.

"Kami dipanggil kembali untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di Balai Kota Kupang. Kami senang bisa kibarkan bendera lagi di sini dengan persiapan dua minggu," tuturnya.

Diakuinya tanpa pasukan maka untuk masuk dan keluar menuju ke tiang bendera begitu sangat berbeda.

"Tahun lalu begitu gugup karena harus naik tangga mengambil bendera. Tapi tahun ini tidak, tapi rasa gugup tetap ada sebab tidak adanya pasukan paskibra yang menemani," tambah Jeane.

Anggota Purna Paskibraka Provinsi NTT sebagai pelatih, I Putu Gede Adhitya Dharma mengatakan tahun ini dengan kondisi wabah virus Corona paskibra sedikit berbeda.

"Tidak ada proses seleksi, tetapi langsung dipilih saja adik-adik yang tahun lalu pernah melakukan hal yang sama," tuturnya.

Diakuinya, persiapan Pemerintah Kota Kupang juga terdapat kendala, termasuk terkait anggaran. "Di kota seperti tidak memerhatikan adik-adik yang bertugas. Misalnya penginapan, H-1 baru dapat penginapan.

Diharapkan walaupun dengan kondisi seperti ini apalagi upacara HUT Kemerdekaan RI tetap serius melaksanakan. Saya berharap Pemkot lebih memerhatikan lagi adik-adik," ujarnya.

Kata Kepala Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Filmon J Lulupoy, karena kondisi covid maka semuanya berubah dengan menggunakan Purna Paskibra yang dilatih selama satu minggu dan dikarantina selam tiga hari.

Diakuinya tidak ada kendala yang terjadi, hanya kendala tekhnis yang terjadi tapi bisa diatasi.
Anggaran paskibra Rp 1,4 miliar namun dirasionalisasi menjadi Rp 200 juta saja. Tapi ada pos-pos yang tidak bisa dianggarkan.

Terapkan Protokol Kesehatan, Apel HUT ke-75 RI di Sumba Timur Berjalan Aman

Begini Ucapan HUT RI ke-75 Kim Jong Un untuk Presiden Jokowi, Penuh Makna Mendalam, Ini Isinya!

Ini Makna Motif Tenun TTS Yang Digunakan Presiden Jokowi

"Sebetulnya pemerintah sudah siap tapi karena maka semua berubah. Ada perubahan surat dari kementerian sebanyak tiga kali untuk aturan pelaksanaan upacara, sehingga terkait paskibra juga disesuaikan," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved