Sabtu, 2 Mei 2026

Ini Prestasi Pemda Nagekeo Selama Kurang Lebih Dua Tahun Terakhir

Selama kurang lebih dua tahun kepemimpinan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan wakil bupati Marianus Waja meraih sejumlah prestasi gemilang

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Bupati Don bersama istri dan wabup Marianus bersama istri serta ajudan di Aula Setda Nagekeo, Senin (17/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Selama kurang lebih dua tahun kepemimpinan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan wakil bupati Marianus Waja meraih sejumlah prestasi gemilang.

Prestasi-prestasi yang diraih itu merupakan hasil kerjasama semua pihak dari segala bidang kehidupan.

Bupati Don dalam sambutannya tertulisnya saat upacara bendera dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 75 di halaman kantor bupati kompleks Civic Center Kelurahan Lape Kota Mbay, Senin (7/8/2020) menyebutkan bahwa itu semua berkat dukungan dari berbagai pihak.

Dandim 1629 SBD Bersama Masyarakat Nobar Film Perjuangan, Bangkitkan Nasionalisme

Bupati Don menyebutkan ada tujuh prestasi yang telah dicapai Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Nagekeo selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini.

Prestasi yang diraih Pemda Nagekeo antara lain,

Pertama, meningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

Bupati Don menyebutkan berdasarkan perhitungan statistik, gambaran Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Nagekeo atas dasar harga berlaku pada tahun 2019 mencapai 2,24 triliun rupiah.

142 Warga Warga Binaan Lapas Kelas II A Waingapu Dapat Remisi

Secara nominal, nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 133,96 miliar rupiah dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan harga, angka PDRB juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 1,31 triliun mengalami peningkatan menjadi Rp 1,37 triliun rupiah pada tahun 2019.

"Hal ini menunjukan bahwa kondisi ekonomi daerah terus mengalami pertumbuhan secara signifikan," ujarnya.

Kedua, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal, saat ini Kabupaten Nagekeo sudah berhasil keluar dari Kategori Kabupaten tertinggal.

Indikator Nagekeo keluar dari Kabupaten tertinggal berdasarkan penjelasan Bupati Don adalah, perekonomian masyarakat yang semakin bertumbuh baik, sumber daya manusia yang semakin meningkat, sarana dan prasarana yang semakin terbenahi, kemampuan pengelolaan keuangan daerah, aksesibilitas terjangkau serta karakteristik daerah yang dinilai semakin baik peningkatannya.

Ketiga, penilaian kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mengalami peningkatan hasil (kinerja) yaitu dari nilai semula C meningkat ke nilai B dengan skor 62,35 atau" terkategori baik" yang terukur melalui keunggulan kita dalam 3 aspek.

"Pertama, Efektifitas penggunaan dana, Kedua, Kualitas pembangunan budaya kerja birokrasi, dan Ketiga, Penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi hasil," ujarnya.

Keempat, Kabupaten Nagekeo memperoleh Opini "Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)" dari Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi NTT terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2019 untuk pertama kalinya.

Kelima, sukses melaksanakan sejumlah event yang bersifat terobosan inovatif melalui semangat swadaya partisipatif masyarakat dan terutama kaum muda yaitu Pertama, Festival Literasi Tingkat Provinsi di Nagekeo yang melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, yang menampilkan parade 1000 Esu Kose.

Melalui Festival ini, Kabupaten Nagekeo ditetapkan sebagai Kabupaten Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indinesia. Kedua, Festival kuliner dengan menampilkan makanan laut (sea food) di desa Nangadhero). Ketiga, Festival Daging Domba untuk memasyarakatkan dan mempromosikan sajian menu masakan domba sebagai sajian makanan khas di Kabupaten Nagekeo.

Keempat, kita juga sukses memfestivalkan Bursa Inovasi Desa di 4 klaster wilayah dengan mengikutsertakan peserta dari 7 kecamatan, yang berhasil mengidentifikasi berbagai jenis inovasi yang akan ditiru dan diadopsi di 97 Desa se-Kabupaten Nagekeo.

"Semua gerakan inovatif ini terpayungi dalam spirit "Bela dan Beli Nagekeo" yaitu sebuah komitmen moral untuk mengembalikan kecintaan masyarakat Nagekeo pada produk-produk lokal yang dulu menjadi kebanggaan nenek moyang warga Nagekeo," ujarnya.

Keenam, Bupati Don mengungkapan kita patut berbangga karena saat ini layanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah Aeramo mengalami peningkatan yang cukup baik dari keadaan sebelumnya.

Saat ini RSD Aeramo telah memiliki sembilan 9 Dokter spesialis yang terdiri dari Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, Spesialis Penyakit Anak, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesiallis Ilmu Bedah, Spesialis Anastesi, Spesialis Ilmu Penyakit Mata, Spesialis Ilmu Penyakit Mulut, Spesialis Patologi Klinik, serta Spesialis Ilmu Kesehatan Jiwa.

Bupati Don menuturkan dengan kehadiran para dokter spesialis ini menunjukan keseriusan kita untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa membebani masyarakat dengan beban biaya tinggi.

Ketujuh, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 87/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah Tambahan Tahun Anggaran 2020, Kabupaten Nagekeo merupakan salah 1 (satu) dari 9 (Sembilan) Kabupaten/Kota di NTT yang menerima Dana Insentif Daerah Tambahan atas pengutamaan penggunaan alokasi anggaran atau refocusing APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

"Penggunaan Dana Insentif Daerah diprioritaskan untuk mendorong pemulihan ekonomi di Daerah,
termasuk mendukung industri kecil, usaha mikro kecil dan menengah, koperasi dan pasar tradisional, serta penanganan covid bidang kesehatan dan bantuan sosial," ujarnya.

Bupati Don berharap dukungan semua pihak agar bekerjasama membangun Nagekeo ke arah yang lebih baik dan terus meningkatkan kinerja kedepannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved