Sekolah Tatap Muka, Bupati Sikka: Perlu Kajian

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong) meminta Dinas PKO menyusun konsep yang baik dan jelas mengenai sekolah tatap muka

Editor: Kanis Jehola
PK/RIS
Foto Bupati Sikka 

POS-KUPANG.COM - BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo (Robi Idong) meminta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) menyusun konsep yang baik dan jelas mengenai sekolah tatap muka sesuai ketentuan protokol kesehatan.

"Terkait rencana siswa kembali belajar di sekolah sedang dibuatkan konsep oleh dinas pendidikan sesuai permintaan Bupati Sikka. Semua harus diatur dengan baik dalam rangka pencegahan corona," kata Kaepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka, Verry Awales Syukur di Maumere, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, perlu ada kajian jam belajar menggunakan shift bagi siswa dan jam mengajar guru. "Kalau sudah ada akan kita sosialisasikan kepada masyarakat dan semua sekolah," ujar Verry.

Linus Hindari Resiko Sekolah Tatap Muka

Ia berharap semua pihak bersabar dan menunggu langkah pemerintah. "Sampai sekarang tatap muka di kelas belum diberlakukan, masih belajar online dan di rumah warga," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Mayella da Cunha mengatakan, sekolah tatap muka kembali digelar mulai awal September 2020.

"Kita sedang susun ketentuannya. Rencananya awal September kita mulai KBM kembali di sekolah. Sebelum pelaksanaan kita akan sosialisasi semua aturan belajar di sekolah seperti kesiapan siswa, guru, ruangan kelas, sarana pendukung seperti tempat cuci tangan dan thermo gun," kata Mayella saat ditemui di Kantor Bupati Sikka, Rabu (12/8).

Komite Hingga Juri Lomba Literasi Sampaikan Apresiasi kepada SMAN 1 Mauponggo

Menurut Mayella, pihaknya tidak terburu-buru menerapkan belajar tatap muka di sekolah. "Kami lagi susun semua dan lapor kepada Bupati Sikka dan dibahas bersama tim gugus. Sebelum KBM tim akan cek kesiapan sekolah-sekolah agar beri rekomendasi dan masukkan kalau ada kekurangan," ujarnya.

Instruksi

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan instruksi kepada semua satuan pendidikan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

"Intinya bahwa Sumba Timur adalah salah satu daerah di NTT yang dibolehkan melakukan sekolah tatap muka. Karena itu, perlu ada edaran pemerintah," kata Sekretaris Daerah Sumba Timur Domu Warandoy di Waingapu, Kamis (13/8).

Meski sudah diperbolehkan untuk sekolah tatap muka, lanjut Domu, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain bahwa sebelum melakukan sekolah tatap muka satuan pendidikan harus menginformasikan kepada orang tua siswa tentang pelaksanaan sekolah tatap muka di era tatanan normal baru.

"Jadi sekolah harus komunikasikan dengan orangtua siswa dan komite sekolah. Apabila ada orangtua siswa yang tidak inginkan anaknya sekolah tatap muka maka tetap saja sekolah secara daring," jelasnya.

Ia menegaskan, proses belajar mengajar tetap mengedepankan protokol kesehatan. Setiap satuan pendidikan harus perhatikan hal ini, mulai dari pemakaian masker, cuci tangan dan pengaturan jarak di dalam ruang kelas. (ris/yel)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved