Siap Perang Turki vs Yunani, Pasukan Erdogan Sudah Berhadapan dengan Tentara Dewa di Mediteania
Kedua negara sama-sama konflik mengenai batas laut di Wilayah itu. Sejumlah kapal perang Turki sudah hadir di kawasan itu untuk menghaapi kapal-kapal
"Risiko kecelakaan mengintai ketika begitu banyak aset militer dikumpulkan di daerah yang terkurung seperti itu."
Yunani tidak akan berusaha untuk meningkatkan situasi.
Hulusi Akar, Menteri Pertahanan Turki mengatakan, Turki ingin mencapai solusi politik melalui cara-cara damai yang sejalan dengan hukum internasional.
Baca Juga: Unjuk rasa pasca ledakan di Lebanon meluas, PM Diab tawarkan solusi pemilu dini
Turki menyebut memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania timur, tetapi terletak di jalur perairan sempit karena perpanjangan landas kontinen Yunani, berdasarkan keberadaan banyak pulau Yunani di dekat pantainya.
Pulau Kastellorizo, yang berjarak sekitar dua kilometer dari pantai selatan Turki dan 570 kilometer dari daratan Yunani, merupakan sumber kekecewaan Turki.
"Permintaan Yunani untuk zona yurisdiksi maritim 40.000 kilometer persegi karena pulau Meis seluas 10 km persegi (Kastellorizo) ... tidak dapat didamaikan dengan logika apa pun," kata Akar.
Klaim Yunani atas perairan di sekitar Kastellorizo didasarkan pada konvensi maritim PBB yang disahkan oleh banyak negara, tetapi bukan Turki.
Turki menyatakan akan mengeluarkan izin eksplorasi dan pengeboran baru di Mediterania timur. Sementara Yunani menuntut penarikan segera Oruc Reis dari daerah tersebut.
Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias dijadwalkan terbang ke Israel pada Kamis untuk melakukan pembicaraan dan juga akan membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Wina pada Jumat pekan ini.
Kepala diplomasi Uni Eropa Josep Borrell mengatakan menteri luar negeri blok itu akan mengadakan pertemuan luar biasa pada Jumat untuk membahas Mediterania timur, Lebanon dan Belarusia.
Charles Kupchan, partner senior di Council on Foreign Relations, mengatakan, anggota NATO semakin khawatir tentang potensi konfrontasi antara Yunani dan Turki.
"Tidak ada yang ingin berperang. Tidak ada yang ingin melihat dua anggota NATO berkonflik. Di sisi lain, ketika Anda memiliki kapal angkatan laut sebanyak ini, ketika ketegangan setinggi ini ... semuanya berada di tempat yang berbahaya," katanya kepada Al Jazeera.*
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Turki vs Yunani memanas, Prancis tambah pasukan militer di Mediterania timur https://internasional.kontan.co.id/news/turki-vs-yunani-memanas-prancis-tambah-pasukan-militer-di-mediterania-timur?page=all