Siap Perang Turki vs Yunani, Pasukan Erdogan Sudah Berhadapan dengan Tentara Dewa di Mediteania

Kedua negara sama-sama konflik mengenai batas laut di Wilayah itu. Sejumlah kapal perang Turki sudah hadir di kawasan itu untuk menghaapi kapal-kapal

Editor: Alfred Dama
(ANTARA FOTO/REUTERS/Umit Bektas)
Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri upacara memperingati Hari Kemenangan ke 96 di mauseleum Mustafa Kemal Attaturk di Ankara, Turki, Kamis (30/8/2018). 

Siap Perang Turki vs Yunani, Pasukan Erdogan Sudah Berhadapan dengan Tentara Dewa, Prancis Kirim Pasukan

POS KUPANG.COM -- Belum selesai sengketa di Laut China Selatan  antara China dan Amerika serta konflik perbatasan China dan India

Kini titik panas baru muncul di Laut Mediterania. Pasukan Turki kini sudah berhadapan dengan pasukan Yunai di kawasan itu

Kedua negara sama-sama konflik mengenai batas laut di Wilayah itu. Sejumlah kapal perang Turki sudah hadir di kawasan itu untuk menghaapi kapal-kapal perang Yunani yang mendekati kawsan kionflik itu

Kawasan Mediterania sedang panas. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan, Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania timur di tengah meningkatnya hubungan Yunani dan Turki soal eksplorasi minyak dan gas di perairan yang disengketakan.

PERANG MAKIN DEKAT, China Juga Kirim Pesawat Pembom ke Pulau Woody di LCS, Tantang Pembom AS?

LIVE STREAMING Sidang Tahunan MPR Bersama DPR dan DPD, Jokowi Kenakan Busana Tradisional Sabu Raijua

Lepas dari Ariel NOAH, Sophia Latjuba Kini Gaet Bule Ganteng yang Tak Kalah Keren, Pacar atau Suami?

Militer China Kian Mengerikan di LCS,Tak Sanggup Disaingi Amerika,AS Harus Lakukan iniAgar Tak Kalah

Begini Kronologi Anak Amien Rais Ribut dengan Wakil Ketua KPK Versi Garuda, Kini Ditangani Polisi

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan, Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania timur di tengah meningkatnya hubungan Yunani dan Turki.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan, Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania timur di tengah meningkatnya hubungan Yunani dan Turki. (via Kontan.co.id)

Dalam sebuah posting Twitter pada Rabu (12/8), Macron menyebut situasi di Mediterania timur "mengkhawatirkan", dan mendesak Turki untuk menghentikan pencarian minyak "sepihak" dan "memungkinkan dialog damai" dengan negara tetangganya.

"Saya telah memutuskan untuk memperkuat sementara kehadiran militer Prancis di Mediterania timur dalam beberapa hari mendatang, bekerja sama dengan mitra Eropa, termasuk Yunani," kata Macron seperti dilaporkan Al Jazeera.

Turki dan Yunani, sekutu NATO, sangat tidak setuju atas klaim yang tumpang tindih atas sumber daya hidrokarbon di wilayah tersebut perariran Mediterania timur.

Perairan yang kaya gas di kawasan itu juga sering menjadi sumber perselisihan antara Turki, Siprus, dan Israel.

Perselisihan Ankara-Athena meningkat minggu ini ketika Turki mengirim kapal penelitian Oruc Reis disertai dengan kapal angkatan laut Turki di lepas pulau Kastellorizo, Yunani.

Tak mau kalah, Yunani juga mengerahkan kapal perang untuk memantau kapal tersebut, yang saat ini berlayar ke barat Siprus.

Kantor Macron, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, peningkatan kehadiran militer Prancis di kawasan itu ditujukan untuk memantau situasi dan menandai tekad Paris untuk menegakkan hukum internasional.

Bulan lalu, pemimpin Prancis itu menyerukan sanksi Uni Eropa terhadap Turki atas apa yang dia gambarkan sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yunani dan Siprus atas perairan teritorial mereka. Hubungan antara Paris dan Ankara juga tegang karena konflik di Libya.

Sementara itu, Yunani dalam sebuah pernyataan pada Rabu (12/8), mendesak Turki untuk menunjukkan "akal sehat" dan memperingatkan bentrokan di Mediterania timur dapat menyebabkan kecelakaan militer.

"Kami dengan waspada menantikan perasaan yang berlaku, pada akhirnya, di negara tetangga kami, sehingga dialog dapat dimulai kembali dengan itikad baik," kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved