Negara Arab Mayoritas Islam ini Berdamai dan Normalisasi Hubungan dengan Israel, Indonesia Kapan?

Putra Mahkota Abu Dhabi, penguasa de facto Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan pada Kamis (13/8), UEA dan Israel setuju untuk bekerja membangun hubungan

Editor: Alfred Dama
tribunnews.com
Bendera Israel di Yerusalem 

Negara Arab Mayoritas Islam ini Berdamai dan Normalisasi Hubungan dengan Israel, Indonesia Kapan?

POS KUPANG.COM -- Sikap Israel yang terus menindas rakyat Palestina membuat negara Yahudi itu dibenci oleh negara-negara Arab apalagi yang mayoritas penduduknya beragama islam

Namun sikap Israel yang menyatakan tidak lagi menganeksasi wilayah Palestina membuat  negara Arab, Uni Emirat Arab mau berdamai dan melakukan normalisasi hubungannua dengan Israel

Indonesia yang juga tidak memilikim hubungan

Anak Amien Rais Ribut dengan Wakil Ketua KPK di Pesawat Garuda, Tabuat Muntas Bikin Gerah Penumpang

Taktik Licik China Memaksa Indonesia dan Malaysia Makin Terdesak, Tapi Indonesia Tak Gentar

diplomatik dengan Israel apakah juga berpikir untuk menjalin hubungan diplomatik

Putra Mahkota Abu Dhabi , penguasa de facto Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan pada Kamis (13/8), UEA dan Israel setuju untuk bekerja membangun hubungan bilateral. Dan, Israel juga telah setuju untuk menghentikan aneksasi lebih lanjut atas wilayah Palestina.

"Selama pembicaraan (via telepon) dengan Presiden (AS Donald) Trump dan Perdana Menteri (Israel) Netanyahu , kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," kata Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed. 

Amerika Makin Panas dengan China, Sampai Kirim Pesawat Pembom Nuklir Untuk Hancurkan Tirai Bambu

Rey Utami dan Pablo Benua Terus Cekcok di Penjara Hingga Rumah Retak, Diduga Tak Bisa Bercinta

Jika TNI AL Tempatkan Pasukan Militer di Kepulauan Natuna Bisa Bikin Malaysia Terbelah

"UEA dan Israel juga setuju untuk bekerjasama dan menetapkan peta jalan menuju pembentukan hubungan bilateral," ujar dia dalam pernyataan di Twitter seperti dikutip Reuters.

Melansir Reuters, pernyataan bersama Israel, UEA, dan Amerika Serikat yang dikeluarkan di Washington memuji perjanjian itu sebagai "terobosan diplomatik bersejarah" yang akan memajukan perdamaian di Timur Tengah.

Ketiga negara juga "menyetujui normalisasi penuh hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab".

Menurut pernyataan bersama tersebut, Delegasi dari Israel dan Uni Emirat Arab akan bertemu dalam beberapa pekan mendatang untuk menandatangani perjanjian bilateral mengenai investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, telekomunikasi, dan masalah lainnya.

Seorang tentara Israel berteriak selama protes ketika Palestina menyerukan hari kemarahan atas keputusan A.S. tentang pemukiman Yahudi, di Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel 26 November 2019.
Seorang tentara Israel berteriak selama protes ketika Palestina menyerukan hari kemarahan atas keputusan A.S. tentang pemukiman Yahudi, di Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel 26 November 2019. (via kontan.co.id)

Tetap menjadi pendukung kuat rakyat Palestina

Di Washington, pejabat senior Gedung Putih mengatakan, berdasarkan kesepakatan itu, Israel telah setuju untuk menangguhkan penerapan kedaulatan di wilayah Tepi Barat.

Di tengah perjalanan ke negara-negara Eropa tengah, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebutkan, kesepakatan tentang normalisasi hubungan yang Israel dan UEA capai adalah langkah maju "besar" di "jalan yang benar".

"Ini adalah langkah maju yang sangat besar dan bersejarah," kata Pompeo sesaat sebelum lepas landas dari Slovenia menuju Austria, yang menambahkan, itu adalah kesempatan bersejarah bagi Timur Tengah untuk menjadi stabil dan damai. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved