Kota Kupang
Sekolah Buka Kapan? Ini Kabar Gembira, Per 17 Agustus 2020 Sudah Bisa Belajar di Sekolah
Jika bisa maka setelah 17 Agustus 2020 anak-anak siswa di Kota Kupang dapat belajar dengan tatap muka di Sekolah.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Bebet I Hidayat
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kabar Gembira bagi para siswa atau pelajar di Kota Kupang, NTT, karena pada pertengahan bulan Agustus 2020 ini, Sekolah mulai buka.
Para siswa yang selama pandemi Covid-19 ini belajar di rumah, maka akan bisa kembali sekolah tatap muka.
Pemkot Kupang telah menetapkan kapan masuk sekolah tanggal, yaitu setelah 17 Agustus 2020 ini, proses belajar mengajar bisa dilakukan di Sekolah, artinya Sekolah mulai buka.
Hal ini setelah Kota Kupang menuju zona hijau karena sudah dua minggu nol positif Covid-19
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, kepada Pos-Kupang.com, Selasa (11/8/2020) mengatakan, Dinas Pendidikan telah bersurat ke Walikota Kupang terkait permohonan izin untuk memulai kembali proses tatap muka kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah.
• Dulu Musuh Sekarang Fahri Hamzah & Fadli Zon Dapat Bintang Mahaputra, Rocky Gerung Ketawain Cebong
"Terhitung kemarin kami telah bersurat ke Pak Walikota Kupang, terkait Kota Kupang akan menjadi zona hijau. Sebelum mendapat disposisi dari pak Wali, pak Wali bilang kalau memang memungkinkan tolong disusun secara baik. Sehingga protokol kesehatan sangat ketat dilakukan," tuturnya.
Dumul menjelaskan agar Sekolah bisa kembali melakukan aktivitas belajar dengan tatap muka di Sekolah dalam zonasi maka harus mengikuti beberapa instruksi.
Pertama harus mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Walikota Kupang.
"Terhitung hari ini kami sudah mendapatkan ijin dari Wali Kota Kupang. Tapi bukan berarti kita sudah harus segera melakukannya. Kedua, Sekolah harus betul-betul siap protokol kesehatan. Kesiapan protokol kesehatan harus dilakukan identifikasi pemeriksaan dari Dinas atau pengawas. Misalnya mereka harus ada ember cuci tangan, sabun, tissue dan lainnya. Kemudian ruangan diatur maksimal 50 persen siswa yang masuk," tuturnya.
Ketiga, harus ada persetujuan orangtua bahwa orang mereka setuju anaknya belajar bertatap muka di Sekolah. Bila semuanya telah dilakukan dan disetujui maka langkah terakhir semua surat harus diunggah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Lanjutnya, kalau Dapodik memberikan centang hijau, barulah Sekolah bisa memulai melaksanakan proses belajar mengajar bertatap muka di Sekolah.
Terkait berapa lama proses untuk kembali berSekolah, dikatakannya, Dinas Pendidikan juga mendapatkan pengeluhan dari orangtua karena sistem belajar daring di rumah. Dinas sangat proaktif untuk mengurus pendidikan anak, tapi meminta orangtua bertahan dengan kondisi saat ini.
"Biarlah kami mengurus prosedur administrasi secara baik dan Sekolah betul-betul siap, barulah anak masuk Sekolah. Kita usahakan agar pendidikan jalan tapi anak-anak tetap sehat.
Semoga dalam satu atau dua waktu tidak ada lagi masyarakat yang terpapar.
Karena kalau terpapar maka kita akan kembali ke zona merah. Jika sudah zona merah maka keinginan untuk bertatap muka tidak alan bisa berjalan," tuturnya.
• Siswa SMPN 1 Malaka Barat Dilatih Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19
Saat ini Dinas Pendidikan sedang bersurat ke Sekolah agar Sekolah menyiapkan segala sesuatunya. Kemudian dari Sekolah akan memberikan informasi. Bila nanti Sekolah dibuka, maka Sekolah tidak dibuka bersamaan. Misalnya SMP akan dibuka terlebih dahulu barulah diikuti SD dan TK. Jadi sambil SMP berjalan, maka Dinas akan mengawasi persiapan SD dan TK untuk dibuka.
Rencananya juga, kata Dumul, besok Dinas Pendidikan akan mengundang Ikatan Dokter Indonrsia cabang Kupang, tim Covid Kota Kupang dan Ombudsman untuk berdiskusi terkait persiapan tatap muka sejalan dengan kota Kupang mengarah ke zona hijau.
Jika bisa maka setelah 17 Agustus anak-anak dapat belajar dengan tatap muka di Sekolah.

Sementara itu, dikutip dari Antara, sejumlah Sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kupang mulai menerapkan sistem belajar tatap muka, namun bukan diterapkan di Sekolah tetapi di rumah siswa.
"Kami dari SMP Negeri 6 sudah mulai menjalankan sistem Sekolah tatap muka, dan sudah berjalan selama tiga pekan ini," kata guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Reff Jhon Dida kepada ANTARA di Kupang saat ditemui di sela-sela aktivitas Sekolah tatap muka di Kelurahan Namosain, Kecamatan alak Kota Kupang, Senin, (10/8/2020).
Ia mengatakan bahwa proses Sekolah tatap muka ini dibagi-bagi. Untuk pekan pertama, Sekolah tatap muka hanya diberlakukan bagi pelajar kelas tujuh saja dengan lokasinya ada sekitar 30 titik.
Setiap titik, jumlah siswanya kata dia hanya dibatasi berkisar dari delapan sampai dengan 10 orang siswa.
Sementara di pekan kedua khusus bagi pelajar kelas delapan, dan pekan ketiga yang saat ini sedang berjalan khusus bagi kelas sembilan.
Jhon menambahkan pihak Sekolah memang terpaksa menerapkan belajar tatap muka per pekan berdasarkan kelas, karena memang keterbatasan guru.
"Saya sebenarnya guru bahasa Inggris untuk kelas tujuh, tetapi karena kekurangan guru, terpaksa dibagi-bagi dan waktu Sekolahnya juga dibatasi," tutur dia.
Pelaksanaan Sekolah tatap muka ini, ujar dia lebih efektif dibandingkan dengan Sekolah secara daring atau online karena anak-anak dari pengalaman beberapa siswa menunjukkan hampir semuanya tak paham dengan penjelasan guru jika menggunakan aplikasi belajar daring.
Tetapi ujar dia, proses belajar tatap muka tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan siswa-siswi dan guru menggunakan masker dan mencuci tangan.
Jhon menambahkan bahwa untuk di Kota Kupang, sepengetahuan dia, baru SMP Negeri 6 saja yang baru menerapkan sistem Sekolah tatap muka langsung, dan beberapa Sekolah juga masih dalam rencana untuk mengadopsi sistem belajar itu.
Seorang siswi kelas sembilan SMP N 6 Kota Kupang, Dilan Dominggus mengatakan bahwa sistem Sekolah tatap muka lebih efektif dan efisien dibandingkan belajar secara daring.
"Alasannya, kami sulit mengerti kalau secara daring. Kemudian juga banyak teman-teman juga terkendala dengan handphone serta paket atau kuota internet," tutur dia.
Menurut dia, sistem Sekolah tatap muka seperti saat ini tentu akan membantu dirinya dan teman-temannya untuk lebih paham dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru.
"Saya berharap ini terus dilakukan selama pandemi ini," ujar dia. (Pos-Kupang.com/Yeni Rachmawati)
Editor: Bebet I Hidayat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jadwal-masuk-sekolah-2020.jpg)