Breaking News
Minggu, 26 April 2026

Kala Ahok Mengenang Peristiwa 411: Polisi Mintanya Mengungsi Tapi Ditolak: Saya Lebih Baik Mati!

"Dia bilang ke saya bisa diserbu ke rumah itu kan tugas kalian jaga di depan, kalau kalian takut kalian tinggalin saja. Saya lebih baik mati di rumah"

Editor: Frans Krowin
tribunnewsc.com
Suasana bahagia saat ulang tahun Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok pada Senin, 29 Juni 2020. 

Kala Ahok Mengenang Peristiwa 411: Polisi Mintanya Mengungsi Tapi Ditolak: Saya Lebih Baik Mati

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Belum lama ini, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengenang peristiwa 4 November 2016 atau dikenal dengan aksi 411.

Kenangan akan peristiwa tersebut, dikisahkan kembali oleh Ahok yang kini Komisaris Utama Pertamina itu, melalui akun Youtube miliknya, dalam dialog Makna Talks berdurasi 12 menit.

Melalui akun Youtube-nya tersebut, Ahok mengawali cerita mengenai suasana yang ia rasakan saat aksi massa 411 itu terjadi.

Tak secara eksplisit, Ahok mengungkapkan bahwa dirinya tidak takut dengan peristiwa empat tahun silam tersebut. Namun, ia menyampaikan bahwa ketika itu dia masih bisa tidur nyeyak di rumahnya.

"Kalau saya bilang saya enggak takut, entar kamu bilang saya sombong. Tapi saya mau bilang, saat itu saya bisa tidur nyenyak," kata Ahok, seperti dikutip dari Kompas.com Minggu (9/6/2020).

SIMAK Panduan Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 4, Daftar Online rakerja.go.id, atau Offline

Reaksi Nora Alexandra Untuk Sang Suami, Jerinx SID Yang Dipenjara Dalam Kasus IDI Kacung WHO

Ahok kemudian mengungkapkan, bahwa beberapa hari sebelum aksi 411 tersebut, aparat kepolisian sempat memintanya agar mengungsi ke sebuah pulau tak berpenghuni. Namun, permintaan itu langsung ditolaknya.

Menurut Ahok, ia merasa lebih aman berada di rumah daripada dibawa terbang ke lokasi yang ia tidak tahu di mana. Terlebih, jika sesuatu terjadi padanya, tidak ada orang lain yang akan mengetahuinya.

"Dia bilang ke saya bisa diserbu ke rumah itu kan tugas kalian jaga di depan, kalau kalian takut kalian tinggalin saja. Saya lebih baik mati di rumah satu keluarga," ucap Ahok.

Menurut Ahok justru sebaliknya, jika ada orang yang berniat jahat di kediamannya ketika itu, setidaknya berita tersebut bisa cepat menyebar ke publik.

Diketahui, aksi 411 merupakan reaksi berbagai organisasi masyarakat terkait pernyataan Ahok di Kepuluan Seribu empat tahun silam, tepatnya 4 November 2016.

Pernyataan tersebut menyeret Ahok sebagai tersangka hingga akhirnya terpidana atas kasus penistaan agama.

Aksi 411 mulanya berlangsung damai. Namun kemudian terjadi kericuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, kala itu mengungkapkan massa mulai mendatangi depan Istana Merdeka, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Barat, sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, baru beberapa orang saja yang berorasi di lokasi tersebut. Tapi setelah shalat Jumat, massa mulai berbondong-bondong memadati ruas Jalan Medan Merdeka Barat.

Mantan Isteri Ahok Veronika Tan, Puput Nastiti Devi dan Ahok
Mantan Isteri Ahok Veronika Tan, Puput Nastiti Devi dan Ahok (Kolase Grid.id)

Atta Halilintar Marah Aurel Hermansyah Dibully, Ashanty Istri Anang Hermansyah Juga Meradang

Jerinx SID Ditahan Polda Bali, Sang Istri Nora Alexandra Belum Mau Komentar

Setelah mereka berkumpul, massa mulai melakukan orasi. Pada pukul 13.50 WIB, ada kelompok massa yang melempari botol air mineral ke arah petugas.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved