Minggu, 26 April 2026

News

Astaga, Warga Mapitara Sikka Masih Pakai Lampu TEPLOK Malam Hari, Kasus Ini yang Dialami anak-anak

"Penerangan yang paling diandalkan warga, lampu teplok/pelita. Itupun sangat sulit karena akses warga terhadap minyak tanah pun sulit karena mahal."

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
tribun batam
ilustrasi mati lampu 

Laporan Wartawa Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Kebijakan pemerintah dan PLN hanya memberikan akses listrik masuk desa tentunya kurang berdampak pada pemerataan Visi Indonesia Terang.

Pasalnya, khusus di Sikka dengan topografi perbukitan yang mana pembentukan kampung berdasarkan suku-suku yang mendiami wilayah bukit dan lembah.

Olehnya cakupan desa memiliki wilayah yang sangat luas karena penggabungan beberapa kampung yang jaraknya berjauhan. Itulah sebabnya, letak wilayah ibukota desa jauh dari perkampungan pada wilayahnya.

Maka itu, kalau kebijakan Indonesia terang hanya mencakup ibukota desa sebagai lokus maka sesungguhnya akan sangat sulit bagi masyarakat Sikka di NTT.

Demikian kata Ketua Fraksi PDIP di DPRD Sikka, Stef Sumandi, yang bicara soal ketiadaan listrik di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Minggu (9/8) siang.

Stef mengatakan, khusus wilayah Mapitara banyak kampung masih gelap. Kampung Gunit di Natakoli, Kampung Baokrenget dan Rotat di Desa Egon Gahar, kampung Watulagar di Hebing dan kampung Glak di Hale.

"Penerangan yang paling diandalkan warga, lampu pelita. Itupun sangat sulit karena akses warga terhadap minyak tanah pun sulit karena mahal. Sehingga terkadang warga akan istirahat malam lebih cepat dari biasanya. Anak-anak kalau mau belajar pun sulit karena gelap.
Kalaupun ada lampu pelita pada malam hari, tidak dapat menerangi siswa belajar. Cahaya lampu pelita akan mengganggu pernapasan dan mata para siswa pada saat membaca. Sehingga sangat sulit mengukur kualitas pendidikan di Indonesia secara merata kalau listrik hanya di perkampungan ibukota desa," kata Stef.

Ia mengungkapkan, di kampung-kampung yang ada di Mapitara sudah ada fasilitas umum, seperti: posyandu, sekolah dan poskesdes dan lebih parah lagi kalau para medis menolong orang sakit menggunakan lampu pelita.

"Maka itu pihaknya meminta PLN segera melakukan pemasangan jaringan listrik di Mapitara," ujarnya.*

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved