Gerakan Infak Seribu Rupiah Bedah Rumah di Desa Hoelea Lembata
Sekitar 50 anggota Gerakan Infak Seribu Rupiah mulai mengadakan aksi bedah rumah milik Abdul Rahman Arakiang, Warga Desa Hoelea 1, Kecamatan Omesuri
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sekitar 50 anggota Gerakan Infak Seribu Rupiah mulai mengadakan aksi bedah rumah milik Abdul Rahman Arakiang, Warga Desa Hoelea 1, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Minggu (9/8/2020).
Gerakan ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu dan terpinggirkan yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
Abdul Rahman Arakiang sendiri adalah seorang difabel yang sehari-hari bekerja menimbang jambu mente dan juga menjual bensin eceran di pinggir jalan.
• Selesai Bunuh Dua Anak Balitanya, Karena Ketahuan Laki-Laki ini Mengejar Ibu Kandung Dengan Parang
Abdul merasa terharu dan berterima kasih karena rumahnya bisa dibedah oleh para anggota Gerakan Infak Seribu Rupiah. Dia berharap gerakan dengan tujuan mulia tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak orang miskin yang dibantu.
Ketua Gerakan Infak Seribu Rupiah Handayani Lamawulo menyebut aksi tersebut murni berasal dari kemurahan hati Umat Islam di Kabupaten Lembata. "Kami membuat gerakan ini adalah niat murni kami tidak ada unsur apa-apa di balakang kami," tandasnya.
• Ternyata Atta Halilintar Sudah Pilih Tanggal Nikah Dengan Aurel, Ingin Segera Ketemu Krisdayanti
Dengan sedekah seribu rupiah pihaknya bisa membeli material bangunan seperti semen, seng, kayu dan bahan bangunan lainnya.
"Harapannya kami di waktu mendatang banyak hamba-hamba Allah yang mau menginfakan sedikit rejekinya untuk umat yang membutuhkan seperti semboyan kami, Dari Umat, Oleh Umat, Untuk Umat," pungkasnya.
Aksi bedah rumah juga gencar dilakukan oleh para Relawan Taman Daun Lembata. Tercatat, dalam tahun ini sudah ada dua rumah yang berhasil dibedah oleh para relawan.
Rumah pertama yang dibedah yakni milik seorang lanjut usia (lansia) bernama Nenek Peni, Warga Kampung Kalikasa, Kecamatan Atadei dan teranyar adalah rumah milik seorang difabel penjual sapu lidi bernama Hasna Sedo di Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.
Ditemui, Minggu (9/8/2020) di Lewoleba, Alias Fals, salah satu relawan Taman Daun, mengungkapkan, aksi bedah rumah yang dilakukan Taman Daun membawa spirit dan gagasan gemohing atau gotong-royong dalam bahasa Lamaholot.
Para relawan, kata Alias, telah membuktikan kalau gagasan gemohing yang mulai luntur pada masa ini justru memberi spirit tersendiri saat membedah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni.
Alias menyebutkan berikutnya para Relawan Taman Daun akan membedah rumah tidak layak huni milik Mone Hasan di Kaohua, Kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata. Rumah tersebut akan mulai dibedah para relawan pada 12 Agustus 2020 dan dalam rencana akan rampung pada 17 Agustus 2020 atau bertepatan dengan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
"Siapa saja yang punya niat baik tentu saja bisa membantu dengan cara masing-masing," pungkas Alias. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gerakan-infak-seribu-rupiah-bedah-rumah-di-desa-hoelea-lembata.jpg)