Selasa, 21 April 2026

Profesor Cornelis Lay Wafat: Sosok Murah Hati Penyusun Teks Pidato Jokowi

GURU Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada ( Fisipol UGM) Cornelis Lay meninggal dunia

Editor: Kanis Jehola
TRIBUNNEWS.COM
Cornelis Lay UGM 

POS-KUPANG.COM - GURU Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada ( Fisipol UGM) Cornelis Lay meninggal dunia. Pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Rabu (5/8/2020) pukul 04.00 WIB.

Cornelis meninggal dunia dalam usia 61 tahun. Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menyebut, Cornelis sejak lama menderita penyakit jantung.

Pada 2015, Cornelis pernah dirawat di Singapura karena penyakit jantung. Rencananya, Cornelis dimakamkan di Pemakaman Sawitsari UGM, Yogyakarta pada Kamis (6/8/2020) pukul 14.00 WIB.

Jenita Janet: Sangat Syok

Sebelum dimakamkan, jenazah akan lebih dulu disemayamkan di Balairung UGM untuk dilakukan upacara penghormatan terakhir. "Iya (upacara penghormatan) jam 13.00," ujar Iva.

Cornelis dilahirkan di Kupang, 6 September 1959. Selain sebagai Guru Besar Fisipol UGM, Cornelis juga dikenal sebagai Politisi Senior PDI Perjuangan.

Di internal PDI-P, Cornelis Lay tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai itu. Namun, dia selalu berperan di balik layar sebagai orang kepercayaan dan salah satu penasihat politik bagi Megawati Soekarnoputri.

Mobil Angkutan Perintis Rusak Sejak 2008

Presiden Joko Widodo turut berdukacita. Jokowi menyampaikan belasungkawa lewat karangan bunga.

"Turut Berduka Cita atas wafatnya Prof.Dr. Cornelis Lay. MA. Presiden Joko Widodo & Klg," demikian karangan bunga Jokowi yang terpasang di depan rumah duka Perum Cemara Blok F-13 Krodan RT 13/ RW 71 Maguwoharjo, Depok, Sleman.

"Iya ini karangan bunga turut berduka cita dari Presiden Joko Widodo," ujar Agus Ketua RW 71, Krodan.

Agus menyampaikan karangan bunga turut berduka cita dari Presiden Joko Widodo dan keluarga tiba di rumah duka sekitar pukil 10.00 WIB. Karangan bunga dari Presiden Joko Widodo ini datang bersamaan dengan karangan bunga dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Satu jam yang lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Berbarengan dengan karangan bunga dari Pak Pratikno," ucapnya.

Selain itu, tampak juga karangan bunga dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, suami Menteri Luar Negeri Agus Marsudi, serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto mengatakan, mendiang akan dikebumikan di pemakaman keluarga besar UGM Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman pada Kamis (6/8/2020).

"Pemakaman akan dilakukan besok karena masih menunggu keluarga besar dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat ini masih disemayamkan di Panti Rapih," kata Erwan saat dihubungi di Yogyakarta.

Menurut Erwan, Cornelis merupakan sosok guru besar dengan filosofi mengajar yang luar biasa sehingga dicintai para mahasiswanya.

"Beliau selalu menyampaikan bahwa para mahasiswa Fisipol berhak mendapatkan ilmu terbaik dari guru-gurunya, sehingga para dosen diharapkan kalau kuliah menyiapkan materi dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya," kata Erwan.

Di mata para koleganya, menurut Erwan, Cornelis dipandang sebagai sosok yang murah hati yang selalu menyempatkan memberikan komentar terhadap tulisan-tulisan para koleganya.

Menurut Erwan, Cornelis yang dikenal sebagai pakar politik dan pemerintahan UGM ini tak bosan mengingatkan kepada koleganya agar memperbanyak menulis di jurnal internasional.

Tak hanya di lingkungan kampus, lanjut Erwan, Cornelis juga mengimplementasikan ilmunya di bidang politik nasional. Dalam Pemilu Presiden 2014, Cornelis dipercaya sebagai Ketua Tim Ahli dan Pakar Politik Tim Pemenangan dan Perumus Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ia juga pernah ditunjuk untuk menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Jokowi pada pelantikan 20 Oktober 2014. "Saya kira beliau aktif bergiat di politik praktis adalah untuk mempraktikkan ilmunya," kata Erwan.

Namun selama lima tahun terakhir, kata Erwan, Cornelis lebih banyak menghabiskan waktunya di Yogyakarta karena harus menjalani perawatan rutin akibat penyakit jantung yang diderita.

Meski harus keluar masuk rumah sakit, menurut dia, Cornelis masih aktif di kampus untuk memberikan kuliah bertemu para mahasiswanya.

"Beliau meskipun sakit tetapi tetap merasa sehat, beliau memang pekerja keras," kata Erwan. (kompas.com/tribunnews/ant)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved