Profesor Cornelis Lay Wafat: Sosok Murah Hati Penyusun Teks Pidato Jokowi
GURU Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada ( Fisipol UGM) Cornelis Lay meninggal dunia
"Beliau selalu menyampaikan bahwa para mahasiswa Fisipol berhak mendapatkan ilmu terbaik dari guru-gurunya, sehingga para dosen diharapkan kalau kuliah menyiapkan materi dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya," kata Erwan.
Di mata para koleganya, menurut Erwan, Cornelis dipandang sebagai sosok yang murah hati yang selalu menyempatkan memberikan komentar terhadap tulisan-tulisan para koleganya.
Menurut Erwan, Cornelis yang dikenal sebagai pakar politik dan pemerintahan UGM ini tak bosan mengingatkan kepada koleganya agar memperbanyak menulis di jurnal internasional.
Tak hanya di lingkungan kampus, lanjut Erwan, Cornelis juga mengimplementasikan ilmunya di bidang politik nasional. Dalam Pemilu Presiden 2014, Cornelis dipercaya sebagai Ketua Tim Ahli dan Pakar Politik Tim Pemenangan dan Perumus Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Ia juga pernah ditunjuk untuk menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Jokowi pada pelantikan 20 Oktober 2014. "Saya kira beliau aktif bergiat di politik praktis adalah untuk mempraktikkan ilmunya," kata Erwan.
Namun selama lima tahun terakhir, kata Erwan, Cornelis lebih banyak menghabiskan waktunya di Yogyakarta karena harus menjalani perawatan rutin akibat penyakit jantung yang diderita.
Meski harus keluar masuk rumah sakit, menurut dia, Cornelis masih aktif di kampus untuk memberikan kuliah bertemu para mahasiswanya.
"Beliau meskipun sakit tetapi tetap merasa sehat, beliau memang pekerja keras," kata Erwan. (kompas.com/tribunnews/ant)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cornelis-lay-ugm.jpg)