NEWS ANALISIS: Hewan Kurban Bentuk Rasa Syukur
Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha
Oleh : Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
POS-KUPANG.COM - Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha. Kurban menjadi salah satu yang dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menunaikannya.
Berkurban merupakan bentuk tanda syukur atas nikmat Allah. Kurban adalah momentum untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan sifat utama dengan berderma. Di tengah pandemi virus corona yang saat ini terjadi, sedekah akan sangat bermakna, berapa pun jumlahnya.
• Umat Non Muslim Dapat Daging Kurban
Semangat dan komitmen umat Islam melaksanakan kurban sangat tinggi. Namun, perlu diingat, berkurban perlu mendapatkan perhatian, termasuk aspek dalam tradisi kurban yang perlu ditinjau kembali.
Salah satunya terkait distribusi hewan kurban yang tidak merata, di mana jumlah hewan kurban melimpah dan berlebih di masjid perkotaan dengan jemaah aghniya atau mereka yang berpunya. Sementara, di masjid wilayah perkampungan yang mayoritas kelompok ekonomi bawah, jumlah hewan kurban sangat terbatas bahkan kekurangan.
• Masjid Al Multazam Kurbankan 7 Sapi dan 17 Ekor Kambing Hewan Kurban
Pembagian daging kurban seringkali memperlihatkan relasi atas-bawah. Penerima kurban diperlakukan sebagai peminta-minta yang harus antre berjam-jam di bawah terik matahari.
Cara pembagian yang seperti ini dapat terjadi setiap tahun. Daging kurban sebaiknya diantarkan langsung kepada penerima. Hal ini akan membuat penerima merasa terhormat dan terhindar dari kemungkinan tertular atau menularkan virus corona.
Metode lain yang mulai dirintis ialah penyerahan dalam bentuk daging olahan seperti rendang, dendeng, dan cara lain yang tahan lama. Esensi berkurban adalah membangun jiwa kemanusiaan dan keadaban luhur.
Ke depannya, perlu data yang baik antara penerima dan pemberi kurban. Pendataan ini diperlukan agar hewan kurban tak terkonsentrasi di kota-kota besar maupun masjid agung. Sebaiknya, hewan kurban juga disebar di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T), di mana beberapa lembaga telah merintisnya.
Penyembelihan kurban juga lebih baik dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Memang terasa tidak afdal karena tidak melihat langsung hewan kurban. Namun, penyembelihan yang dilakukan di RPH harus dilaksanakan sesuai syariat. Hewan disembelih oleh jagal muslim profesional, di mana terjamin kebersihan dan keamanannya.
Apalagi, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, cara seperti ini disarankan agar tidak terjadi kerumunan. Penyembelihan di luar RPH, hendaknya dibatasi jumlahnya, mematuhi protokol kesehatan, dan tidak terjadi kerumunan massa. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/news-analisis-hewan-kurban-bentuk-rasa-syukur.jpg)