Idul Adha di NTT
Wagub NTT Ajak Masyarakat Gunakan Momen Idul Adha untuk Refleksi
Hari ini beri refleksi bagi kita untuk lakukan permenungan mendalam tentang kesetiaan nabi Ibrahim kepada Allah SWT." Demikian diungkapk
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka
POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Hari ini beri refleksi bagi kita untuk lakukan permenungan mendalam tentang kesetiaan nabi Ibrahim kepada Allah SWT." Demikian diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josep Nae Soi dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT ke Masjid Baburrahman Nusa Bunga Kota Kupang, Jumat (31/7/2020).
Menurut Wagub Josep, intisari berkurban ialah bagaimana refleksi takut kepada Tuhan. Meskipun hal yang dikurbankan tersebut sangat disayangi, namun ada kerelaan memberi kepada Allah karena kesetiaan kepada Allah. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama membangun NTT dengan apa yang dimiliki dalam rasa takut kepada Allah SWT.
Selanjutnya, Wagub Josep menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadi inti kebaikan dalam pengurbanan, yakni bertakwa kepada Allah dimanapun berada; mengiringi keburukan dengan kebaikan sehingga kebaikan itu akan menghilangkan keburukan; dan dimanapun berada, meski sepi dan bisa melakukan kejahatan, jangan lakukan kejahatan. Dari pengurbanan Nabi Abraham, masyarakat diajarkan untuk berkurban dari kekurangan. "Berikan sesuatu dari kekurangan Anda," tandasnya.
Wagub Josep menambahkan, Pemprov NTT juga menyumbangkan hewan kurban di 22 kabupaten/kota berupa 54 ekor sapi. Untuk Kota Kupang, Pemprov memberikan 10 ekor sapi, dimana satu ekor sapi merupakan bantuan dari Presiden RI.
Abas Kasim selaku Ketua Ta'mir Masjid menjelaskan kepada POS-KUPANG.COM, hewan kurban yang akan disembelih di Masjid Baburrahman Nusa Bunga Kayu Putih terdiri dari 8 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Delapan ekor sapi tersebut merupakan bantuan dari Pemprov NTT, Bank NTT, Kantor Pajak Atambua, Haji Ismail, dan partisipasi jamaah tetap di lingkungan masjid.
Ia menjelaskan, semua hewan kurban tersebut akan disembelih hari ini, Jumat (31/7/2020) dan didistribusikan kepada 500 penerima kupon daging kurban. Sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan Covid-19, maka pembagian daging kurban tidak akan dilakukan secara berkerumun di masjid. Nantinya, panitia kurban akan mendistribusikan daging kurban dari rumah ke rumah warga penerima kupon. Adapun kriteria penerima kupon dibagi menjadi tiga. Pertama, warga yang berhak menerima daging kurban yang kekurangan secara ekonomi (keluarga tidak mampu). Kedua, warga yang mengurbankan, dimana sepertiga bagian merupakan hak warga yang berkurban. Ketiga, warga non muslim yang tinggal di sekitar lingkungan masjid.
"Kami harap Idul Adha ini dapat menjadi ajang silahturahmi dimana kita umat Islam berkurban, tapi harus selalu bersosialisasi dengan masyarakat. Kita beribadah kepada Allah, kita juga harus berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama manusia di sekitarnya," pungkas Abas. (cr1)
