Wakil Ketua MPR RI Panen Kopi di Beiposo Ngada
Tiba dilokasi Wakil Ketua MPR RI bersama rombongan diarahkan menuju kebun Kopi dan memetik kopi yang sudah matang.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Wakil Ketua MPR RI Panen Kopi di Beiposo Ngada
POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Wakil Ketua MPR RI, H. Jazilul Fawaid memanen Kopi Arabika Flores Bajawa di perkebunan Beiposo Desa Beiwali Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 16.30 Wita.
Tampak hadir juga saat itu, anggota MPR RI lainnya, Dipo Nusantara, ketua DPRD Ngada Berni Dhey Ngebu, Wakil Ketua DPRD NTT Alo Ladi, Anggota DPRD Provinsi NTT Mercy Piwung, Hans Rumat, wakil ketua DPRD Flotim, Sikka, anggota DPRD Ngada dari PKB dan anggota DPRD Nagekeo, Matim dan Manggarai Barat.
Tiba dilokasi Wakil Ketua MPR RI bersama rombongan diarahkan menuju kebun Kopi dan memetik kopi yang sudah matang.
Mereka terlihat kompak dan larut dalam kebersamaan sore itu. Wakil Ketua MPR RI tampak memakai bere untuk menyimpan Kopi yang sudah dipetik.
Pada kesempatan itu, dirinya memuji petani Ngada yang telah menanam Kopi sehingga menghasilkan kopi yang baik untuk bisa dikonsumsi.
"Kita harus melihat cara pengolahannya dan pengemasannya seperti apa. Sehingga Kopi Arabika Bajawa ini bisa menjadi terkenal dan bisa diekspor dari kopi Indonesia minimal dari Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Ia mengatakan Kopi sangat cocok ditanam di Kabupaten Ngada sehingga diharapkan petani bisa lebih giat dan terus menanam Kopi.
"Artinya di Bajawa ini kopi ini sangat cocok tinggal, apakah petani kopi juga mendapatkan kemajuan taraf hidup dari petani ini biasanya kalau petani banyak yang menjual mentah. Makanya harus ditingkatkan sampai bisa pengolahannya, pengemasannya didekatkan dengan pasar mungkin dikerjasamakan dengan beberapa pabrik kopi atau eksportir kopi sehingga penghasilannya meningkat. Sayang kalau ada yang berhasil tapi ada juga buahnya bagus hasilnya kecil jadi sebagai wakil ketua MPR RI mengajak masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Ngada di Bajawa ini untuk menggalakkan budidaya kopi dan memberikan dampingan kepada para petani," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah harus membuka ruang pasar yang luas untuk pasarkan Kopi Arabika Bajawa.
• Lagi, Kerja Sama Ansy Lema-KLHK Bantu 9 Kelompok Kebun Bibit Rakyat di NTT Senilai 450 Juta
• Simak, Pedoman Terlengkap Tata Cara Sholat Idul Adha 2020 Jangan Sampai Keliru!
• Marius Jelamu Pastikan Gubernur Laiskodat Akan Realisasikan Janjinya Bangun Jalan ke Lamalera
"Juga membicarakan di pemerintah pusat untuk membuka peluang pasar lebih bagus termasuk pemotongan mata rantai singkat dengan biaya costnya makanya itu jadi dari kebun ini, bisa sampai ke mana pun dan kalau dikemas secara baik, makanya kalau pemerintah daerah, pemerintah pusat juga peduli kepada petani biasanya soal harga tata niaganya," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wakil-ketua-mpr-ri-jazilul-fawaid-saat-memetik-kopi-arabika.jpg)