Dosen, Mahasiswa dan Alumni Faperta Undana Gelar PKM di Tubuhue TTS

keterbatasan dalam hal pengetahuan dan ketrampilan serta kreativitas dalam pembudidayaan serta pemeliharaan berbagai tanaman mereka

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi Petronella S. Nenotek,S.P, M.Si
Suasana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan Dosen, Mahasiswa dan Alumni Faperta Undana di Kelompok Tani Iklas di Desa Tubuhue, Kabupaten TTS, Jumat ( 24 /7/2020). 

Dosen, Mahasiswa dan Alumni Faperta Undana Gelar PKM di Tubuhue TTS

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Tim dosen, mahasiswa dan alumni Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)
Kegiatan ini berlangsung di Kelompok Tani Iklas di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 24 Juli 2020.

Tim dosen terdiri dari Dr. Ir. Mayavira V. Hahuly, MCP (Ketua Tim), Ir. Lince Mukkun, M.S. Ph.D., Petronella S. Nenotek, S.P., M.Si, Julinda B.D. Henuk, S.P., M.Si dan Agustina Etin Nahas, S.P., M.Si.
Kegiatan ini melibatkan beberapa mahasiswa dan alumni.

Ketua Tim PKM Dr. Mayavira V. Hahuly, MCP mengatakan, kegiatan PKM dimaksud untuk memberikan solusi alternatif bagi permasalahan yang selama ini dihadapi Kelompok Tani Iklas. Menurut Mayavira , permasalahan tersebut antara lain, berupa keterbatasan dalam hal pengetahuan dan ketrampilan serta kreativitas dalam pembudidayaan serta pemeliharaan berbagai tanaman mereka

"Terutama dalam hal pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada apel dan jeruk. Petani juga belum memperhatikan pentingnya penambahan bahan organik bagi pemeliharaan kesuburan tanah," kata Mayavira.

Hal ini lanjutnya, tampak dari kebiasaan petani membakar sampah di kebun termasuk sampah rumah tangga. Padahal, sampah bahan oganik tersebut dapat bermanfaat bagi perbaikan kondisi tanah.

"Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan tentang pengenalan penyakit dan hama serta cara pengendaliannya yang ramah lingkungan; penyuluhan tentang apa itu biochar," katanya.

Dikatakan, penyuluhan lain juga tentang barti penting biochar, dan pelatihan pembuatan biochar dengan metode “Kon Tiki” yaitu pembakaran dari atas dan memastikan pada lapisan bawah terjadi pirolisis (Balitbangtan Kementerian Pertanian 2017;https://www.youtube.com/watch?v=-vILLlCQXDo ).

Salah seorang alumni Faperta Undana, Guria Seo, S.P, mengatakan, pembuatan biochar sangat dimungkinkan dilakukan di Desa Tubuhue, sebab di desa tersebut banyak tersedia limbah bahan organik seperti cabang dan ranting pepohonan serta tongkol jagung, cangkang kemiri, dan lain sejenisnya.

Menurut Guria, di samping itu banyak anggota kelompok ini yang memiliki ternak sapi dan babi, sehingga tersedia cukup pupuk kandang untuk diaplikasikan bersama biochar pada saat pengolahan tanah ataupun di sekitar tegakan tanaman.

Kegiatan PKM ini disertai penyampaian materi diikuti dengan demplot, monitoring dan evaluasi sehingga melalui kegiatan ini petani diharapkan dapat mengolah dan memanfaatkan limbah pertanaman menjadi biochar dan kotoran ternak sebagai pupuk. Selain itu, hasil pembuatan biochar juga diharapkan dapat menciptakan usaha yang baru karena dapat dijual kepada petani atau masyarakat umum yang membutuhkannya.

Untuk diketahui, Kelompok Tani Iklas ini diketuai oleh Lukius Nubatonis.

Kelompok Tani Iklas memiliki anggota 20 orang petani. Total luas lahan yang dimiliki oleh Kelompok tani ini adalah 20 hektar, terdiri dari 8 hektar lahan pekarangan, 10 hektar lahan tegalan dan 2 hektar lahan sawah.

Kelompok tani ini fokus pada budidaya tanaman jeruk dan apel, namun juga membudidayakan berbagai tanaman sayuran seperti cabai, wortel, bawang, buncis, dan sayuran lainnya.

Lukius sendiri telah berupaya keras untuk menanam kembali apel Soe yang sudah punah akibat penyakit tanaman pada tahun 1980-an.

Berkat ketekunannya, apel Soe sekarang sudah makin bertambah jumlahnya.

Bupati Niga Dapawole Ambil Sumpa ASN Baru

Brigjen Johanis Asadoma Resmi Kadivhubinter Polri : Dari Bintang Ring Tinju Menjadi Bintang Polisi

Wajib Tahu Moms, Efek Minum Kopi Saat Sedang Hamil

Kegiatan PKM diawali dengan natoni oleh Bapak Lukius Nubatonis dan seluruh anggota kelompok tani sebagai tanda penerimaan kelompok tani ini terhadap tim dosen Undana pelaksana kegiatan pengabdian pada masyarakat.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved