Sabtu, 2 Mei 2026

News

Pilkada Malaka, Paket SAKTI Minta Restu Tetua Adat Aintasi, Simon Apresiasi Tim Keluarga Kompak

Kehadiran kedua kandidat ini untuk saling bertatap muka sekaligus memohon doa restu para tetua adat di wilayah itu untuk bertarung pada pentas pilkada

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Paket Bacabup Malaka, Simon Nahak dan Bacawabup, Louce Lucky Taolin atau Kim Taolin saat tiba di Aintasi, Minggu (26/7/2020) petang 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong

POS KUPANG, COM, BETUN - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Simon Nahak dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Malaka, Louce Lucky Taolin atau Kim Taolin (Paket SAKTI), menyambangi tim keluarga di Aintasi, Malaka Tengah, Minggu (26/7) petang.

Kehadiran kedua kandidat ini untuk saling bertatap muka sekaligus memohon doa restu para tetua adat di wilayah itu untuk bertarung pada pentas pilkada Malaka, 9 Desember 2020.

Disaksikan di Aintasi, paket ini hadir didampingi mantan Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Malaka, Pius Klau Muti, juga beberapa tokoh penting lainnya.

Hadir juga beberapa politisi partai politik yang juga anggota DPRD Malaka dari PSI, Perindo, PKB yang merupakan parpol pengusung utama.

Hadir juga politisi lainnya dari Gerindra, Demokrat, PDIP yang kehadirannya dalam kapasitas sebagai keluarga.

Sebelum Bacabup Simon Nahak menyampaikan maksud kehadiran dirinya dan Kim Taolin, tampil sebagai pembuka Pius Klau Muti.

Dia secara tegas menyampaikan bahwa sebagai tokoh pejuang pemekaran Malaka, ada harapan baru untuk Malaka ke depan. Sosok Paket SAKTI ini diyakini membawa perubahan di Malaka.

Simon Nahak yang tampil tidak lebih dari 10 menit didampingi Kim Taolin menyampaikan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja keras dan sangat kompak mendukung SAKTI.

Simon menilai kerja tim keluarga begitu baik dan diharapkan tetap saling mendukung sampai pada hari pelaksanaan pilkada nanti.

Simon kemudian menyampaikan bahwa nama Paket SAKTI yang kini sudah populer di publik Rai Malaka merupakan singkatan dari program kerja yang akan dilaksanakan jika dipercayakan memimpin daerah ini.

Dalam penjelasannya, S-artinya swasembada pangan. Warga perlu kecukupan pangan. A-artinya Agama yang berbudaya. Semua warga Malaka harus bisa menjunjung tinggi budaya. Dia sangat memegang falsafah Soekarno soal bagaimana hidup tidak melupakan budaya.

"Jika memang kami dipercaya warga Malaka, akan dibangun balai adat. Lalu bagaimana sumber dananya, sederhana saja ada dana desa yang jumlahnya Rp 1 miliar bisa digunakan," ujar Simon.

Dirinya melanjutkan, K-artinya kualitas atau kompetensi. Menempatkan orang sesuai kemampuan orangnya. T-artinya tata kelola baik birokrasi maupun tata ruang. I-artinya infrastruktur yang berkeadilan.

"Kalau dipercayakan nanti, kami akan bangun pusat pemerintahan Kabupaten Malaka. Harus dibuat terpusat. Tidak bisa terpencar-pencar. Tapi sekarang ini kami hadir untuk memohon izin kepada bapak, mama basodara semua karena kami siap maju bertarung pada pilkada mendatang," ujar Simon disambut tepuk tangan tim keluarga. *

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved