News
Warga Desa Henes Minta Pemkab Belu Aktifkan Pasar Perbatasan, Ini Jawaban Bupati Willy Lay
Pasar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu sangat ramai sejak awal dibuka serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas
POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Warga Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan-Belu meminta kepada pemerintah setempat mengaktifkan kembali pasar perbatasan yang terletak di Dusun Holguju.
Pasar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu sangat ramai sejak awal dibuka serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Permintaan masyarakat ini disampaikan Kepala Desa Henes, Maximus Mali, saat kunjungan kerja Bupati Belu di desa setempat, Rabu (22/7). Menurut Maximus, pasar perbatasan di Dusun Holguju itu ditutup sejak tahun 2002, pasca Timor Leste merdeka. Pasar ditutup karena alasan keamanan negara.
"Masyarakat meminta pemerintah agar membuka kembali pasar tersebut untuk mendukung aktivitas perekonomian. Kehadiran pasar di perbatasan bisa mendongkrak ekonomi dengan terjadinya aktivitas jual beli produk," tutur Maximus.
Masyarakat, diakuinya, telah menyiapkan lokasi pasar desa seluas dua hektar di Dusun Holguju. Di lokasi ini sudah memiliki gedung pelayanan imigrasi dan Pos Satgas Pamtas RI-RDTL sehingga pasar perbatasan bisa diaktifkan kembali.
Bupati Belu, Willy Lay mengatakan, permintaan masyarakat untuk membangun pasar perbatasan telah diusulkan dalam musrenbang desa dan kecamatan.
"Pemerintah kabupaten melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Perbatasan untuk meneruskan usulan masyarakat kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk ditindaklanjuti," ujar Bupati Willy.
Terkait infrastruktur jalan, Bupati Willy mengatakan, pekerjaan jalan sabuk merah sementara dalam proses, hampir rampung. *