Breaking News
Senin, 11 Mei 2026

Masyarakat Henes-Belu Minta Aktifkan Kembali Pasar Perbatasan

Masyarakat Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar mengaktifkan kembali Pasar Perbatasan

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Desa Henes, Maximus Mali saat melaporkan perkembangan pembangunan desa kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay, Rabu (22/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA -Masyarakat Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar mengaktifkan kembali Pasar Perbatasan yang terletak di Dusun Holguju.

Pasar yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu sangat ramai sejak awal dibuka serta
mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Permintan dari masyarakat itu disampaikan Kepala Desa Henes, Maximus Mali saat kunjungan kerja Bupati Belu di Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan, Rabu (22/7/2020).

Wabup Belu, Ose Luan Apresiasi Kepada Guru SMAK Suria Atambua

Menurut Maximus, pasar perbatasan yang terletak di Dusun Holguju itu ditutup sejak tahun 2002, pasca Timor Leste merdeka. Pasar ditutup karena alasan keamanan negara.

Masyarakat meminta pemerintah agar membuka kembali pasar tersebut sehingga mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Kehadiran pasar di perbatasan bisa mendongkrak ekonomi dengan terjadinya aktivitas jual beli produk.

Lanjut Maximus, masyarakat telah menyiapkan lokasi pasar desa seluas dua hektare di wilayah Dusun Holguju. Di lokasi ini sudah memiliki gedung pelayanan imigrasi dan Pos Satgas Pamtas RI-RDTL sehingga pasar perbatasan bisa diaktifkan kembali.

Inilah Jumlah Rombel di SMAN 1 dan SMAN 2 Rindi Umalulu Sumba Timur

"Lahan untuk pasar perbatasan telah tersedia dengan luas sekitar 2 hektare dan telah ada bangunan pelayanan imigrasi yang hadir sejak tahun 2000 lalu, namun kondisinya mubazir dan rusak berat karena tidak difungsikan, sehingga kami minta agar pemerintah dapat memberi perhatian bagi aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan," jelas Maximus.

Maximus juga meminta perhatian pemerintah agar membangun gedung pasar perbatasan demi menjamin kenyaman pedagang serta membangun jalan agar memudahkan masyarakat dalam mengakses dari permukiman ke pasar. Kemudian jaringan listrik perlu belum ada.

Menanggapi permintaan Kades Henes, Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, sesuai informasi dari kepala BP4D, permintaan masyarakat untuk membangun pasar perbatasan telah diusulkan dalam musrenbang desa dan kecamatan.

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Perbatasan untuk meneruskan usulan masyarakat kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk ditindaklanjuti.

Terkait infrastruktur jalan, lanjut Bupati Willy Lay, pekerjaan jalan sabuk merah sementara dalam proses dan hampir rampung oleh karena itu masyarakat dimohon bersabar.

"Pekerjaan jalan sabuk merah sementara berlangsung dan hampir rampung sehingga dalam waktu dekat masyarakat sudah dapat menikmati akses jalan yang hotmix sampai ke batas negara," ujar Bupati Willy Lay.

Sementara untuk jaringan listrik, Pemkab Belu akan berkoordinasi dengan PLN untuk memperhatikan jaringan listrik ke wilayah tersebut

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay bersama rombongan pimpinan OPD, Camat Lamaknen Selatan Wendi Meak, Camat Lamaknen Roni Mau Luma, Kapolsek Lamaknen, Danpos Lakmaras Satgas 142/KJ. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved