Breaking News:

Berita Kabupaten Nagekeo

Kerja Padat Karya di Desa Tedakisa, Bupati Minta Manfaatkan Waktu untuk Kerja, Kurangi Omong Banyak

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do didampingi Camat Aesesa, Oscar Sina, serta Kadis Sosial, Rufus Raga, dan plt. Kadis PMDP3A, Mundus Ko'o, melaku

Foto: istimewa
uasana saat Bupati Don ikut gotong-royong dengan warga di Tedakisa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Kamis (23/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | MBAY --Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do didampingi Camat Aesesa, Oscar Sina, serta Kadis Sosial, Rufus Raga, dan plt. Kadis PMDP3A, Mundus Ko'o, melakukan kunjungan kerja ke desa Tedakisa, Kamis (23/7/2020).

Agenda utama adalah menghadiri kegiatan padat karya tunai desa, serta kunjungan sekaligus menyerahkan alat bantu kepada kaum disabilitas setempat.

Keluar dari Rumah Jabatan, sekitar jam 07.30 Wita, Bupati Don menuju Tedakisa. Pukul 08.22 Wita tiba di kantor desa Tedakisa, disambut kepala desa serta sejumlah tokoh adat setempat.

Berbincang sejenak sambil mendengar penjelasan kepala desa.

"Apa agenda hari ini," tanya Bupati Don singkat.

Kepala desa Tedakisa, Ignasius Laki, pun menjelaskan, pertama kita ke Lokasi 1 Pakicaka. Ada kegiatan padat karya hampar agregat. Selanjutnya tinjau rumah bantuan 2018; kunjung warga yang cacad dan jompo di RT 2; kemudian ke dusun 3 dan 4 yang juga sedang kerja padat karya hampar agregat.

Bupati Don menjelaskan hal yang harus diperhatikan adalah pelebaran jalan.

"Bicara jalan, kita prioritas pelebaran dulu. Jangan dulu aspal. Pastikan aspal jatuh di tanah yang keras. Urus dulu arus air, got, deker. Tahun ketiga atau keempat baru pikir aspal. Jangan langsung aspal, nanti hasilnya bisa kita lihat sendiri. Banyak yang rusak karena badan jalan belum cukup padat dan lebar," ujarnya

Bupati Don menegaskan harus dibuatkan pagar agar hewan ternak tidak merusaki tanaman perkebunan.

"Pagar. Kebun-kebun berdekatan dibuat blok-blok per 5 ha. Beberapa orang yang punya kebun di situ, dijadikan satu blok. Kita siapkan infrastruktur jalan. Kita bikin pagar keliling. Jalan itu ada rumput. Kasih sapi. Juga limbah pertanian. Batang jagung dan padi. Jadi makanan ternak. Kita siapkan areal untuk hewan, agar hewan tidak masuk kebun kita. Dalam 1 blok kita bikin penggemukan. Yang jantan kita ambil bikin penggemukan. Jual. Uang hasil jual, beli pejantan baru.
Bumdes bisa cari pejantan dari luar yang bagus. Latih veteriner lokal. Kapan betina siap kawin, harus tahu. Kita pingin gabung pertanian peternakan dan perkebunan jadi satu. Supaya dokter hewan langsung turun," ujarnya

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved