Jadi Public Relation Officer Harus Dinamis dan Fleksibel
Menjadi garda terdepan dari sebuah bisnis perhotelan, seorang Public Relations (PR) diharapkan tahan banting dan fleksibel dalam setiap keadaan
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menjadi garda terdepan dari sebuah bisnis perhotelan, seorang Public Relations (PR) diharapkan tahan banting dan fleksibel dalam setiap keadaan. Sikap tersebut tampaknya telah mendarah-daging dalam pribadi Viona Alamanda dan Bernadeth Helena Ayuningrum.
Vio, sapaan akrab Viona, merupakan Public Relation Officer Aston Kupang Hotel and Convention Center, sedangkan Helen, seorang Executive Secretary and Marketing Communication di Swiss-Belinn Kristal Kupang.
• Dilaporkan ke Polres Sumba Timur - Gidion Mbilijora Sebut Itu Hak Mereka
Dalam kesempatan Ngobrol Asyik bersama Pos Kupang, Kamis (23/7/2020) pagi, Vio dan Helen berbagi pengalaman kerja mereka selama berada di hotel baik sebelum dan setelah pandemi Covid-19. Bisnis perhotelan yang sempat lesu imbas dari terdampaknya sektor pariwisata membuat mereka berdua harus memutar otak agar hotel tetap bertahan di tengah krisis global tersebut.
"Kami harus tetap dinamis dan fleksibel, dengan cara apa kami harus survive namun branding jalan," ungkap Vio.
Helen pun berujar, pandemi Covid-19 lebih dianggap sebagai tantangan, ketimbang krisis. Sebagai PR, ia harus membawa brand sebuah hotel mampu mengetahui kekuatiran yang ada di masyarakat. Perubahan komunikasi dari offline ke online pun menjadi suatu tantangan tersendiri. Bahkan, seorang PR harus mampu menganalisa pasar karena perubahan situasi tersebut.
• Dampak pandemi Covid-19, DJKN Belum Capai Target Pengelolaan BMN dan Lelang
Memasuki new normal, mereka pun dinamis menerima perubahan-perubahan tersebut, semisal penerapan protokol kesehatan yang dijalankan di hotel masing-masing dan gaya berkomunikasi. "Kami berusaha komunikasi dengan tiap bagian dalam hotel dan GM juga agar tetap jalankan protokol, tapi dengan budget yang ada," ujar Helen sambil tersenyum.
"Dengan adanya perubahan ini, kami justru push diri sendiri biar lebih kreatif. Cara apa sih yang bisa dilakukan dengan situasi ini," tambah Vio.
Tak hanya itu, di masa new normal ini, Vio menambahkan, ia lebih aware terhadap diri sendiri dan orang lain yang datang. Selanjutnya, mereka belajar untuk menangani sesuatu dengan lebih cepat. Helen menambahkan, nilai yang ditawarkan oleh hotel setelah masa new normal pun berubah menjadi lebih mementingkan fungsi daripada gaya.
"Apa yang harus dimiliki seorang PR? Ya wawasan, energi, sikap positif, kemauan belajar, dan fleksibel," ungkap Vio.
"Kita harus bisa semua. Kalau dulu kuliah belajar tentang PR, bisa offline. Tapi sekarang lebih ke bagaimana kita terbuka dengan teknologi untuk branding ke masyarakat. Kita juga harus kepo, karena harus mengerti dengan setiap hal yang ada," tambah Hellen tegas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jadi-public-relation-officer-harus-dinamis-dan-fleksibel.jpg)