Minggu, 12 April 2026

Covid 19

Virus Covid-19 Menyebar Lewat Airborne, Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat udara atau airborne.

kompas.com
Hindari kerumunan di ruang tertutup karena virus corona menyebar melalui airborne 

POS-KUPANG.COM|JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah menyatakan bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat udara atau airborne.

Sebelumnya, WHO menyatakan Covid-19 hanya menyebar melalui droplet alias tetesan air liur yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Namun, riset terbaru telah membuktikan bahwa virus corona juga bisa menyebar dengan mudah melalui partikel lebih kecil yang melayang-layang di udara selama berjam-jam dan terhirup oleh seseorang.

Ikan Gabus Diklaim Bisa Membantu Sembuhkan Pasien Covid-19

Itu sebabnya, menjaga jarak minimal dua meter di ruang tertutup tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus ini.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa melindungi diri dari infeksi Covid-19?

Melansir data Healthline, cara terbaik untuk mencegah infeksi corona yang telah dinyatakan menular lewat airborne ini adalah dengan menghindari kerumunan di rungan tertutup.

Setiap gedung atau ruangan juga harus memiliki ventilasi udara yang efektif.

Yafron, Ivon Dan Ayu Curhat ke Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Presiden Jokowi

"Cara ini memiliki efek yang jauh lebih positif untuk mencegah penularan virus daripada hanya sekadar melakukan physical distancing," ucap Robert Glatter, pakar kesehatan dari New York.

Menurut Glatter, memakai masker juga menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan virus corona yang bisa terjadi lewat airborne ini.

Penularan virus corona

Dulu Pernikahannya Tak Diakui Hilda Fitria, Kini Kriss Hatta Tak Diakui Sebagai Kekasih Hana Hanifah

Penelitian telah menunjukkan orang yang terinfeksi bisa menyebarkan virus ketika mengembuskan napas, berbicara, atau batuk.

Fragmen-fragmen virus atau microdroplet tersebut bisa melayang di udara dan berpotensi melayang jauh hingga jarak beberapa meter.

Hal ini bisa menyebabkan kontaminasi dengan jangkuan yang lebih luas.

"Awalnya, virus corona hanya bisa ditularkan lewat droplet yang bergerak sekitar dua meter dan jatuh ke permukaan dengan cepat," ucap Dean Winslow, pakar penyakit menular dari Stanford Health Care.

Kecewa Tak Ada Gaji 13, Pejabat Eselon 2 di NTT Kirim Surat Terbuka ke Presiden Jokowi

Penelitian terbaru juga membuktikan bahwa transmisi melalui udara memainkan peran yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved